Pokjaluh Dampingi Pedagang Pasar Kliwon Temanggung

Temanggung – Pokjaluh Kabupaten Temanggung, melalui  Program UMMAT melakukan pendampingan bagi pedagang kecil pasar Kliwon Temanggung.  Pada  hari Rabu (12/4), telah terbentuk Majlis Taklim binaan program UMMAT Pokjaluh, dengan anggota 27 orang.

“Mereka adalah pedagang kecil muslimah yang punya komitmen untuk meningkatkan pengetahuan agama sekaligus berlatih pengelolaan keuangan,”  terang Nur Budi Handayani, pendamping program. Lanjutnya, “Untuk menjadi anggota program, mereka telah mengikuti proses sosialisasi, survey, uji kelayakan dan pertemuan pra-taman.”

Kegiatan pra-Taman merupakan tahapan terakhir yang menentukan lulus tidaknya calon anggota. “Sekaligus, pada pra-Taman ini dibentuk nama majlis dan disepakati waktu pertemuan rutin yang pada prinsipnya diselenggarakan setiap 2 minggu sekali,” papar Nur Budi Handayani. 

Pertemuan rutin itulah yang menjadi wadah pendampingan bagi anggota, baik sisi keagamaan maupun sisi keuangan termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan materi lifeskill.
Majelis taklim di Pasar Kliwon Temanggung ini oleh jamaah/anggotanya disepakati dinamai MT Abdurrahman Barokah, dengan sekretariat berada di masjid Abdurrahman bin Auf  kompleks pasar Kliwon lantai 2 Temanggung. Guliran dana stimulan yang dicairkan untuk majelis ini sejumlah Rp 10.800.000,- yang bersumber dari dana program UMMAT Pokjaluh Temanggung.

Program UMMAT sendiri sudah digulirkan oleh Pokjaluh Temanggung sejak tahun 2009. “UMMAT  itu kepanjangannya Ukhuwah Masyarakat Mandiri dan Bertaqwa,” jelas Ketua Program, Saidatun Musjarofah.  Program  ini bertujuan meningkatkan ukhuwah, kemandirian ekonomi, dan ketaqwaan anggotanya. “Kami memang khusus menggarap perempuan muslim dengan kemampuan ekonomi bawah, karena perempuan sesungguhnya merupakan kunci pokok dalam pembangunan secara umum,” jawab saidatun ketika ditanya alasan wanita sebagai sasaran program.

Sejak 2009, Pokjaluh Temanggung melalui program UMMAT  telah berhasil membentuk dan mendampingi 32 majlis binaan tersebar di Kecamatan Temanggung, Tlogomulyo, Bulu, Kandangan, Kedu, Kranggan, dan lainnya. “Dana dampingan yang kita kucurkan mencapai angka Rp 315 juta, untuk kurang lebih 640 anggota,” papar Saidatun. Dana ini merupakan infaq dari donatur baik perorangan maupun lembaga  yang kebetulan satu visi dengan Pokjaluh  Temanggung dalam hal pendampingan masyarakat  khususnya perempuan, pungkasnya. (mahsun/Af)