POKJALUH Purbalingga gelar bakti sosial

Purbalingga – Sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberikan mamfaat untuk orang lain. Inilah yang menjadi spirit Kelompok Kerja Penyuluh Agama (POKJALUH) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Pengajian dan Bakti Sosial bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purbalingga.

Ketua POKJALUH Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, S.Ag mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program POKJALUH yang rutin dilaksanakan sejak tahun 2010. Dan kegiatan kali ini yang diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 26 April 2015 M / 06 Rojab 1436 H di Desa Toyareja Kecamatan Purbalingga merupakan bakti sosial yang ke-XII.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga dari Desa Toyareja, Jatisaba dan Kelurahan Bojong, selain memperoleh siraman rohani juga memperoleh sejumlah bantuan, yaitu lima KK memperoleh bantuan rehab rumah tidak layak huni (Remahtilani), lima belas KK memperoleh bantuan modal usaha (Zakat Produktif) dan 100 KK memperoleh bantuan paket sembako. Panitia juga membagikan tiga belas paket Al-Qur’an dan Alat Sholat kepada takmir masjid di tiga desa/kelurahan tersebut. Ada pula bantuan beasiswa untuk lima belas anak dari Forum Komunikasi Kelompok Orang Tua Asuh (FKKOTA) Kecamatan Purbalingga. Jumlah keseluruhan dana bantuan sosial yang ditashorufkan adalah Rp. 39.000.000,- yang bersumber dari BAZNAS Kabupaten Purbalingga, UPZ Kantor Kemenag Kabupaten Purbalingga dan para donatur di wilayah Kecamatan Purbalingga. Demikian disampaikan oleh ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Purbalingga selaku ketua panitia pelaksana, Hanif Ahmas, S.Th.I, M.Hum.

Dalam sambutannya, baik Camat Purbalingga Endro Irianto, S.Sos. dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Rochiman, S.Ag, MH, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menambahkan bahwa kegiatan yang baik ini harus terus dilestarikan karena didalamnya mengandung dua macam dakwah, yakni dakwah bil-lisan dengan adanya pengajian dan dakwah bil-hal dengan ditashorufkannya sejumlah bantuan sosial untuk kaum dhuafa.

H. Rochiman juga mengutip pernyataan Buya Syafi’i Ma’arif bahwa dalam berdakwah harus menampilkan Islam yang original atau Islam nusantara, yakni Islam yang memiliki tujuh kriteria yaitu Islam yang santun, lembut, ramah, rohmatan lil’alamin, toleran, mengakomodir budaya lokal dan tidak main paksa.

Sementara itu, penceramah K.H.M. Muzni Tanwir menyampaikan bahwa menjadi kewajiban setiap umat Islam untuk membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan melalui peningkatan kualitas ibadah ritual dan ibadah sosial. Beliau juga menambahkan bahwa ada banyak thoriqoh atau jalan yang dapat ditempuh agar kelak dapat masuk syurga dengan selamat tanpa terlebih dahulu “dicuci” di neraka, diantaranya adalah dengan saling menebarkan ucapan salam, memiliki kepedulian sosial terhadap kaum dhuafa dan menyambung tali silaturahim.

Usai acara, Kepala Kankemenag, Camat dan Muspika Kecamatan Purbalingga menyempatkan beramah tamah dengan warga penerima bantuan. (Yuyu Yuniawati)