Pokjaluh Sragen Adakan Penyembelihan Hewan Kurban Sebagai Motivasi Semangat Berkurban

Sragen – Sejarah qurban pada dasarnya berawal dari kisah Qabil dan Habil pada masa Nabi Adam AS. Tetapi ibadah qurban yang kita laksanakan adalah menurut millah Nabi Ibrahim. Yaitu ketika Nabi Ibrahim diuji oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya yang kemudian oleh Allah diganti dengan sembelihan kambing.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, H. Ahmad Nasirin saat memberikan sambutan pada “Pengajian Akbar dan Penyembelihan Hewan Kurban” yang digalang Kelompok Kerja Penyuluh Kankemenag Sragen di Bulakrejo, Pare, Mondokan, Senin (04/09).

“Ibadah qurban berawal dari millah Nabi Ibrahim, yakni yang telah rela mengurbankan Ismail putranya untuk dikurbankan, syariat tersebut kemudian diperbaharui dan disempurnakan oleh syari’at Nabi Muhammad SAW,” ungkap Nasirin

Nasirin menambahkan dalam hadits dijelaskan bahwa bagi yang sudah mampu tetapi tidak mau melaksanakan ibadah kurban, dilarang untuk mendekat tempat sholat nabi, ini adalah bentuk penegasan ibadah ini.

Sementara itu saat memberikan ceramah pengajian, Kyai Zaini Dahlan yang juga warga Mondokan menghimbau kepada warga masyarakat untuk meningkatkan semangat berkurban.

“Hikmah disyari’atkannya ibadah qurban bisa dilihat dari tiga aspek, yaitu: Pertama, aspek ketaatan kepada syari’at (ajaran). Kedua, aspek pengorbanan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ketika diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri. Ketiga, aspek sosial dilihat dari prioritas pembagian daging qurban, yaitu kepada para faqir miskin,” sampainya.

Dalam Kurban Pokjaluh tersebut disembelih 3 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Selanjutnya daging sembelihan ditasyarufkan kepada warga Bulakrejo, Pare, Mondokan yang terdiri dari 6 RT dengan total pembagian 400 paket. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk warga masyarakat setempat dan ikut menambah semangat berkurban bagi warga yang sudah mampu. (ren/ira1)