Pondok Modern Tazakka Adakan Pelantikan OPPM dan KGB Baru

Batang – Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP) adalah saran kita untuk mendidik para santri dalam proses kepemimpinan. Karena kita ingin melahirkan calon-calon pemimpin di masa yang akan datang, demikian disampaikan Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH.Anang Rikza Masyhadi,MA saat memberi amanat pada acara pelantikan pengurus organisasi tersebut di pondoknya pada Selasa (22/01) yang lalu.

Ky Anang mengatakan, pendidikan kepemimpinan di pondoknya adalah sebuah keharusan. Karena lembaga ini adalah lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin masa depan. Maka, semua sistem, pola dan metode yang digunakan adalah mengarah pada  kepemimpinan.

“Pendidikan kepemimpinan di pondok kita adalah sebuah keharusan. OPPM dan KGP merupakan salah satu media untuk pencetak kader-kader pemimpin itu”, katanya.

Selain ini Ky. Anang juga menegaskan bahwa OPPM dan KGB ini adalah organisasi santri yang dididik  untuk menata dan mengatur kehidupan seluruh santri selama 24 jam, maka harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

“OPPM dan KGB merupakan organisasi santri untuk menata dan mengatur kehidupan seluruh santri , maka harus dilaksanakan sebaik-baiknya”, tegasnya.

Terpilih menjadi ketua OPPM yang baru adalah Izantri Sepja Tara dari Pemalang, M.Azmi Rabbani dari Pekalongan yang saat ini masih duduk di kelas 5B (setara kelas 2 SMA/Aliyah). Sedangkan Ketua KGP adalah Muhammad Riski dari Batang  siswa kelas 5D.

Sementara itu, secara terpisah Kasi PD. Pontren Kemenag Kab. Batang H.Sugiedi menyampaikan selamat kepada para santri yang telah terpilih menjadi pimpinan santri di PM.Tazakka, juga menyampaikan selamat atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh PM. Tazakka.

“Saya sampaikan selamat kepada santri-santri yang telah terpilih menjadi pimpinan, semoga akan memperoleh ilmu kepemimpinan yang bermanfaat bagi dirinya untuk bekal kedepan, juga saya sampaikan selamat pada PM.Tazakka yang telah menyelenggarakan kegiatan kepemimpinan tersebut pada santrinya”, ujarnya. (Alam Mahardika/Zy/rf)