Pondok Pesantren Al Amanah Sempon Adakan Lokalatih Dai Sanitasi

Wonogiri – Pondok Pesantren Al Amanah Sempon Wonogiri bekerjasama dengan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan Lokalatih Dai  Sanitasi dan Kebersihan, Kamis-Jum’at (16-17/03 /2017) di Aula Ponpes setempat yang di ikuti oleh pengasuh/ pengurus Pondok Pesantren se Kabupaten Wonogiri, Pengurus MWC NU, Dai, ustadz dan tokoh masyarakat setempat. Adapun sebagai nara sumber kegiatan tersebut  selain dari MUI Pusat, Unicef Indonesia, Ponpes juga dari dinas instansi terkait di Kabupaten Wonogiri

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Amanah Sempon Wonogiri, KH Saefudin Arifin menyampaikan bahwa Islam menempatkan air dan sanitasi bukan sekedar kebutuhan untuk kehidupan, melainkan juga menjadikan sebagai sarana penting kesempurnaan iman seseorang.

Selain itu sejalan dengan program pemerintah tentang sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), maka para dai perlu dan harus berperan serta melalui dakwah keagamaan guna meningkatkan kesadaran serta menggerakkan dan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan.

“Kedepan Seorang Dai/Ustadz harus harus mampu berdakwah dengan gerakan bil hal (pendekatan aksi) selain dakwah bil lisan  seperti ikut mendorong  peningkatan kesadaran atas pentingnya sarana air bersih dan sanitasi, ponpes juga harus memberi contoh konkret kepada umatnya” tegasnya

Sedangkan Ketua LPLH SDA MUI, Hayu Prabowo, dalam dalam pembukaan kegiatan ini menenkankan pentingnya perhatian umat Islam pada air, sanitasi, dan higienitas.

Untuk itu, agar masyarakat mudah menerima, MUI mengajak para da’i. “Pendekatan (air, sanitasi, dan higienitas) melalui da’i karena da’i dekat dengan masyarakat, apalagi kota Wonogiri yang setiap tahun di landa kekeringan, dai dan ponpes harus memberikan solusi mengatasinya” kata Hayu.

Dalam sambutan tersebut, Hayu juga mengatakan bahwa tujuan lokalatih ini adalah untuk memperkuat wawasan para da’i sekaligus memperkuat jaringan para da’i. Menurutnya, umat menaruh percaya kepada para da’i, khatib, atau guru pesantren. Lewat tiga pihak itu, gambaran tentang pentingnya air, sanitasi, dan higienitas akan mudah menyebar dan diterima masyarakat luas.(Mursyid_Heri/Wul)