Pondok Pesantren Miliki Peran Vital dan Strategis Dalam Menyesukseskan Pembangunan Nasional

Wonogiri – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Subadi  pagi ini menghadiri acara pelepasan jalan sehat Pondok Pesantren Mambaul Hikmah, Kalikatir Selogiri, Jum’at (27/04) di halaman ponpes tersebut. Turut hadir hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Ponpes Mambaul Hikmah beserta santri, Forkompinca Selogiri, KUA Selogiri  dan masyarakat di sekitar ponpes Mambaul Hikmah Selogiri.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari acara tasyakuran khotmil Quran, maulid nabi Muhammad SAW, dan Harlah Ponpes Mambaul Hikmah ke 24 Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Wonogiri.

Sebelumnya juga telah dilaksanakan semaan al Quran, pelatihan perawatan jenazah, khitanan massal dan pengobatan masal, maulid simhud dhuror. Akan dilaksanakan pentas seni santri dan pengajian akbar dengan menghadirkan Mubaligh KH. M. Musthofa Aqil Siradj (Rois Syuriah PBNU).

Dalam sambutan sebelum pelepasan, Ka. Kankemenag Wonogiri kembali mengingatkan tentang eksistensi pondok pesantren, Ponpes sehingga semakin memantapkan peran ponpes sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia untuk berkontribusi pada umat.

“Sejarah mencatat bahwa  pondok pesantren memiliki peran vital dan strategis dalam menyesukseskan pembangunan nasional. Bukan hanya itu, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaanpun, madrasah dan pondok pesantren, melalui kyai dan santrinya memegang andil yang sangat besar,” tegas Ka. Kankemenag

Menurut H. Subadi peran  pondok pesantren ke depan masih sangat penting dan strategis, apalagi lewat revolusi mental yang di canangkan pemerintah Jokowi. Sebab sistem pendidikan madrasah dan ponpes adalah sistem pendidikan yang relevan pada masa dahulu, masa kini, dan masa yang akan datang. Pola kemandirian, belajar mandiri dan menyelesaikan persoalan sendiri, serta penguasaan akan ilmu agama yang mumpuni adalah keperluan riil yang dihadapi dunia pesantren.

Dalam gerusan globalisasi, pondok pesantren tetap eksis dan konsisten menyuguhkan sistem pendidikan yang komprehenshif antara kekuatan fisik (jasmani) dan kebutuhan mental spiritual (rohani). Sehingga output pesantren adalah terbentuk manusia yang sholeh dan cerdas pemikirannya. (Mursyid_heri)