Pondok Pesantren Salaf Ikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)

Batang – Sebanyak 158 santri yang tersebar pada 11 Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) penyelenggara Program Wajib Belajar Pendidikan Nasional di Kab.Batang tahun ini dapat mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) paket B/Wustho, demikian penjelasan Kasi PD.Pontren Kemenag Kab. Batang H.Sugiedi disela-sela monitoring  kegiatan tersebut kemaren pada Selasa  (12/04).

Lebih lanjut H.Sugiedi, menjelaskan bahwa USBN di Pondok Pesantren ini dapat berjalan dengan baik tanpa menghadapi masalah yang berarti, harapanya para santri dapat memanfaatkan ujian ini dengan maksimal sehingga dapat memperoleh nilai yang maksimal pula, hal ini penting karena menjadi syarat kelulusan selain Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan diselenggarakan pada bulan Mei depan. 

“USBN di Pondok Pesantren se kab. Batang kali ini dapat berjalan baik tidak ada kendala yang berarti,” jelasnya.

“Bagi para santri untuk memanfaatkan sebaik-baiknya ujian ini agar mendapatkan nilai yang maksimal, sehingga dapat lulus dan mendapatkan ijazah setara SLTP formal,” lanjutnya.

Dia juga berharap pada Pondok Pesantren yang santrinya mengikuti masih mengikuti salaf murni, agar bisa mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan formal  sehingga santri dapat melanjutkan belajar ke pendidikan yang lebih tinggi (Paket C / Tingkat Ulya) dan untuk menambah wawasan dan keilmuannya secara luas serta manfat bagi santri.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Batang H.Kudaifah merasa bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya pada semua pondok pesantren yang tahun ini dapat mengikuti USBN dengan baik. Sport para Kyai pengasuh Pondok Pesantren,Ustadz dan ustdzah merupakan kekuatan yang luar biasa sehingga para santri dengan semangat mau mengikuti USBN ini .

“Kami merasa bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap pondok pesantren yang dapat menyelenggarakan USBN bagi santrinya, ini adalah bentuk tanggung jawab dan komitmen yang sangat tinggi bahwa Pondok Pesantren senantiasa membekali ilmu pada santrinya secara totalitas, tidak hanya ilmu-ilmu agama secara klasik, namun ilmu pengetahuan secara umum yang diwujudkan dengan mengikutkan santrinya dalam USBN,” katanya.

Selain itu dia berharap kedepan agar Para Kyai dan pengasuk pondok pesantren di Kab. Batang untuk lebih intesif lagi melakukan koordinasi dan komunikasi baik formal maupun informal kepada Kemenag untuk mendiskusikan perkembangan pendidikan santrinya, sehingga keberadaan pondok itu dapat bersinergi dengan pemerintah secara intensif (Zy/rf)