Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Gani Tirtoasri Tingkatkan dan Galakan Peran Puskestren

Wonogiri – Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Gani Tirtoasri di Desa Cangkring, Tirtomoyo, Wonogiri akan bersiap mengoperasikan pusat kesehatan pesantren (Puskestren) di lingkungan pondok pesantren tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Gani Tirtoasri, KH. Mukhsin , Selasa (30/10) menyampaikan bahwa pondok pesantren yang merupakan wadah lembaga pendidikan agama Islam berbasis masyarakat dan sangat potensial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia memerlukan dukungan program kesehatan.

Pondok pesantren pada awalnya berdirinya mempunyai pengertian yang sederhana, yaitu tempat pendidikan santri-santri untuk mempelajari pengetahuan Agama Islam di bawah bimbingan seorang kiai/guru/ustad dengan tujuan untuk menyiapkan para santri sebagai kader dakwah Islamiah, yang menguasai Agama Islam dan siap menyebarkan Agama Islam di berbagai lapisan masyarakat.

Sesuai perkembangan zaman, menurut KH. Muhsin  pesantren semakin berkembang termasuk di bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian pesantren, karena kesehatan sangat vital maka Ponpes Gani Tirto Asri mempelopori dan mengeksiskan peran dan fungsi pusat kesehatan pesantren.

“ Tujuan utamanya adalah mengatasi masalah kesehatan santri yang ada di pesantren karena ini juga merupakan tanggung jawab Pesantren untuk selalu memperhatikan hal tersebut. Sehingga orang tua yang menyekolahkan anaknya di pesantren tidak lagi merasa khawatir dengan kondisi kesehatan anaknya,” jelas KH. Mukhsin.

Sedangkan Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi berharap semoga program Pusat Kesehatan Pondok Pesantren (Puskestren) bisa di wujudkan di pesantren wilayah Wonogiri. ''Apalagi bila ditunjang dengan tingkat kesehatan yang baik, maka para santri dan santriwati di ponpes, bisa belajar dan menimba ilmu dengan tenang dan nyaman,'' harapnya.

Kondisi kesehatan santri menurut Ka. Kankemenag sangatlah berpengaruh bagi prestasi belajarnya, santri yang sehat bisa belajar dengan baik dan nyaman di lingkungan pesantren maupun pada masyarakat.

Permasalahan kesehatan yang dihadapi santri-santri tidak beda dengan permasalahan yang dihadapi anak sekolah umum bahkan bagi santri yang mondok akan bertambah lagi dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di pondok yang mereka tempati.

Berdasarkan hal ini dituntut suatu peran aktif dari Pesantren bekerjasama dengan pihak kesehatan melakukan pembinaan kesehatan bagi santri-santri yang ada, sehingga terwujudnya pola perilaku hidup bersih dan sehat bagi para santri dan Pondok Pesantren serta masyarakat dilingkungannya. (Mursyid_heri/rf)