Ponpes Berperan Penting Cerdaskan Bangsa Yang Berakhlakul Karimah

Klaten – Dalam upaya memajukan dan meningkatkan mutu/ kualitas  pendidikan agama  pada Pondok Pesantren/Ponpes, TPQ, Madin, seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kab. Klaten melaksanakan  kegiatan peningkatan mutu manajemen pada lembaga pendidikan keagamaan Islam.

Kegiatan yang bertempat di Pondok Pesantren Muharrikun Najjah Ngawonggo Ceper Klaten ini  dihadiri 60 peserta dari Ponpes, TPQ dan Madin di Kabupaten Klaten, Rabu (17/05)

Kasi PD Pontren Kemenag Klaten, Bakri mengatakan, salah satu misi dari Kementerian Agama, meningkatkan mutu kualitas raudhatul athfal, madrasah, perguruan tinggi agama, pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. Untuk itulah Kementerian Agama berperan penting dalam pembinaan ponpes, TPQ dan Madin khususnya diwilayah Kabupaten Klaten.

Untuk itulah kegiatan ini merupakan salah upaya pembinaan dalam meningkatkan mutu manajemen lembaga pendidikan keagamaan Islam yang dilakukan oleh Kemenag Klaten.

“Ponpes merupakan lembaga pendidikan yang mencetak kader penerus bangsa yang berakhlakul karimah, mutu pengelolannya harus ditingkatkan dalam segi apapun,” tegas Bakri.

Selain itu Ponpes adalah lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia dan telah  banyak berperan dalam kehidupan mencerdaskan bangsa, seiring dengan perkembangan zaman,  pendidikan di pondok pesantren mengalami pembaharuan dan pengembangan khususnya kurikulum dan metode pembelajaran.

Untuk mewujudkan pondok pesantren yang berkualitas dalam menghadapi perkembangan zaman terutama pendidikan keagamaan, para guru/ustadz dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan  mengembangkan ilmunya dan meningkatkan  akademiknya agar kedepan pendidikan pada pondok pesantren dapat dikelola dengan baik dan profesional.

“Kita jadikan moment ini sebagai sarana berkomunikasi antara semua stakeholder/ pemangku kepentingan untuk sama-sama berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan, pengelolaan pondok pesantren dalam hal izin oprasional dan data yang valid tentang keadaan pondok pesantren”, harapnya

Bakri menambahkan, pengelolaan ponpes tidak terlepas dari sistem manajemen, karena manajemen itu sangat menentukan, baik manajemen pengelolaan pendidikan maupun ponpes termasuk di dalamnya pengelolaan keuangan. (aj/Wul)