Ponpes Riyadl Boyong Juara Kompetisi Pidato Moderasi Beragama

Rembang- Telah resmi diumumkan pada Selasa (16/10), nama Nisfatul Fitria santri Pondok Pesantren Riyadlotut Thalabah Sedan raih gelar juara harapan 1 pada event Lomba Konten Pidato Moderasi Beragama yang diadakan oleh Kementerian Agama Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari santri Nasional 2021.

Lomba pidato moderasi beragama yang diadakan pada bulan Oktober 2021 silam ini dibuka untuk seluruh santri Pondok Pesantren (Pontren) dan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) tingkat wustha dan ulya di Jawa Tengah.

Santri melakukan registrasi pendaftaran dan pengiriman berkas lomba melalui Kementerian Agama wilayah kabupaten/kota setempat. Ekspresi senang terlihat dari di wajah peserta lomba saat proses wawancara dilakukan. “Saya senang sekaligus tidak menyangka video pidato saya bisa lolos sebagai salah satu dari jajaran pemenang lomba. Mengingat persiapan latihan dan pengambilan video yang singkat, bahkan pengiriman karya yang mendekati batas penutupan lomba,” ungkap Nisfatul Fitria, santri Pondok Pesantren Riyadlotut Thalabah Sedan kepada tim jurnalis.

“Saya sangat berterimakasih, tentu ini tidak terlepas dari doa dan dukungan dari pengasuh, pembimbing, dan seluruh keluarga besar Pontren Riyadl. Saya harap prestasi ini menjadi batu loncatan untuk para santri Pontren Riyadl semangat berdakwah melalui kompetisi-kompetisi lain dengan prestasi yang lebih baik lagi dari apa yang sekedar sudah saya raih,” imbuhnya.

Pidato yang mengusung judul “Wujudkan Moderasi Islam dengan Wajah Muslim Toleran” ini menjadi satu-satunya perwakilan dari Rembang yang berhasil lolos dan raih gelar juara. “Kami mengambil judul ‘Wujudkan Moderasi Islam dengan Wajah Muslim Toleran’ untuk menyampaikan syiar kepada para generasi muslim khususnya para santri. Bahwa salah satu usaha yang tepat untuk mewujudkan moderasi beragama di Indonesia adalah dengan sikap toleran sebagaimana perintah dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Melalui video pidato ini Pontren Riyadl mengajak para santri di seluruh Indonesia untuk menampilkan sikap muslim yang senantiasa ramah dan toleran, serta senantiasa menghindari sikap ekstrem dan arogan,” jelas Ninik Wachidah, selaku pembimbing lomba dari Pontren Riyadl.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi suatu hal yang perlu untuk terus diadakan sebagai momentum untuk mengembangkan semangat santri dalam berdakwah, berjihad, dan berkonstribusi untuk mewujudkan masyarakat Islam yang moderat. –nawal