PORSADIN, Menggali dan Mengembangkan Potensi Santri

Klaten-Porsadin (Pekan Olahraga dan Seni Diniyah Takmiliyah) menjadi agenda rutin berjenjang sebagai sarana kompetisi antar diniyah taklimiyah. Selain menggali dan mengembangkan potensi diniyah taklimiyah, Porsadin juga penting untuk menumbuhkan daya saing antar santri.

Demikian disampaikan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Bakri dalam sambutan pembukaan Porsadin IV Tingkat Kabupaten Klaten yang bertempat di MAN Klaten dengan peserta santri Diniyah Takmiliyah se Kabupaten Klaten, Minggu (21/5).

“Ini menjadi seleksi di tingkat Kabupaten Klaten, karena nantinya pemenang di tingkat Kabupaten akan ikut di ajang yang sama di tingkat Provinsi Jawa Tengah yang direncanakan di Kabupaten Wonosobo, dan pada akhirnya di tingkat Nasional,” terangnya.

Peserta agar mengedepankan nilai kejujuran dan sportivitas, jangan sampai ada yang mengambil peserta dari luar Madin, ini justru sangat tidak sportif. Diutamakan kejujuran bukan menangnya.

“Dalam sebuah kompetisi, kalah dan menang merupakan hal biasa. Porsadin sebagai perlombaan yang diikuti oleh santri-santri Madin, justru idealnya memberikan teladan yang baik untuk masyarakat. Porsadin harus mengedepankan semangat keislaman sebagaimana dikaji di Madin,” tutur Kasi PD Pontren.

Lebih lanjut, dijelaskan Bakri tujuan pelaksanaan Porsadin adalah mengajak santri-santri membiasakan hidup sehat. Olahraga dan berkesenian akan semakin meningkatkan fisik para santri. Jadi santri tidak hanya unggul dari sisi spiritual dan intelectual saja. Namun juga terasah  fisiknya.

“Tujuan lainnya untuk memperkokoh jalinan silaturrahmi antar diniyah dan memperkuat basis diniyah di masyarakat,” jelasnya.

Potensi seni dan olahraga bagi santri harus digalakkan, diharapkan kegiatan ini bisa menjadikan nilai lebih bagi lembaga pendidikan di Madin, untuk terus meningkatkan bakat yang dimiliki santri.

Adapun Porsadin kali ini melombakan Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Indonesia, Baca Puisi, Tahfidz untuk Putra dan Putri, sedangkan untuk Cerdas Cermat pesertanya Kelompok.(nm_aj/wul)