Posisi Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Layaknya Madrasah Swasta Lainnya

Karanganyar – Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) se Kabupaten Karanganyar mengikuti kegiatan peningkatan mutu guru SMTK melalui Sosialisasi Kurikulum 2013. Kegiatan yang dilaksanakan di Resto Chacha Colomadu ini, (24/11), diikuti  kurang lebih 40 guru yang berasal dari tiga SMTK se Kabupaten Karanganyar, yaitu SMTK Berita Hidup Gondangrejo, SMTK Setia Colomadu dan SMTK Siropuniki Kebakkramat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad serta dua Pengawas Pendidikan Agama Kristen, Sugiyanto dan Sri Wuryani.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag mengatakan bahwa pada dasarnya posisi SMTK ini sama dengan madrasah swasta lainnya yang berada dibawah naungan Kementerian Agama. Kalau Madrasah pada umumnya mengajarkan agama Islam, namun SMTK ini kurikulumnya mengajarkan agama Kristen.

“Hubungan antara Kementerian Agama dengan SMTK itu ibarat dengan gula dan manis serta garam dan asinnya, tidak bisa dipisahkan. Karena memang SMTK itu berada di bawah naungan Kementerian Agama. Saya sudah sampaikan kepada teman-teman muslim bahwa SMTK ini merupakan Madrasah Aliyah Kristen, sama dengan madrasah lainnya, hanya pelajaran agama Islam diganti dengan agama Kristen,” kata Musta’in.

Lebih lanjut Kepala Kemenag mengatakan bahwa sebenarnya Kementerian Agama sudah terbiasa mengelola lembaga pendidikan swasta, hal ini dapat terlihat dari jumlah madrasah yang ada di Kabupaten Karanganyar, dimana jumlah sekolah swasta jauh lebih banyak dari yang negeri.

“Jumlah Madrasah Ibtidaiyah ada 68 lembaga, 3 diantaranya negeri, jumlah Madrasah Tsanawiyah ada 17, 5 diantaranya negeri, dan jumlah Madrasah Aliyah ada 10, 2 diantaranya adalah negeri. Jadi kita sudah terbiasa mengelola lembaga-lembaga swasta, sehingga SMTK tidak sendirian,” lanjutnya.

Terkait dengan perkembangan SMTK kedepan, Kepala Kemenag menghimbau pengelola yayasan yang menaungi  SMTK tersebut untuk melakukan sinergi yang baik dengan Kementerian Agama dan pihak-pihak terkait. Ada banyak program pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan lembaga pendidikan, mulai dari program BOS, PIP, hingga intensif guru, hingga tunjangan profesi.

Di akhir sambutannya, Kepala Kemenag mengajak semua jajaran SMTK untuk terus bersemangat dalam berkarya dengan menemukan cara-cara baru dalam menyampaikan pelajaran kepada anak didiknya. Menurutnya, saat ini masyarakat lebih condong kepada lembaga pendidikan keagamaan dalam menyekolahkan anaknya, sehingga hal ini merupakan kesempatan yang baik bagi seluruh sekolah berbasis agama untuk menunjukkan eksistensi dan kredibilitas sekolahnya. (ida-hd/Wul)