Potensi perempuan dalam keutuhan dan persatuan bangsa

Semarang – Bangsa Indonesia diciptakan oleh Tuhan dalam suasana kemajemukan, baik dari suku, ras agama maupun budaya. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar didunia dengan berbagai segi kemajemukan sosial-budaya akan tetap menjadi kondisi yang harus selalu diperhitungkan dalam mewujudkan keutuhan dan persatuan nasional, kemajemukan atau pluralitas bangsa adalah kenyataan hidup yang sudah menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dan tidak saling mengganggu keimanan masing-masing pemeluk agama.

Perwakilan lembaga perempuan lintas agama di Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiah Muhammadiyah, Nasyiyatul Aisyiyah, Salimah, PWKI, Bamag, Wanita Theravada, WHDI, Peradah, PHDI melakukan sarasehan lintas agama yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas peran perempuan dalam membangun kerukunan dan perdamaian. Kegiatan ini terselenggara atas prakarsa dari Subbag Hukum dan KUB Kanwil Kementerian Agama Prov. Jateng yang berlangsung dari tanggal 3 – 5 Juni 2015 bertempat di Hotel Muria Semarang.

Pada acara pembukaan sarasehan peran perempuan dalam peningkatan kerukunan umat beragama, Kepala Bagian Tata Usaha menyampaikan melalui kegiatan sarasehan ini dapat meningkatkan peran aktif perempuan dalam rangka peningkatan kerukunan umat beragama melalui organisasinya masing-masing. Lebih lanjut lagi Andewi Susetyo menegaskan, “Kegiatan semacam ini sangat penting dan relevan, utamanya dalam menjalankan misi Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan antar umat beragama dan perlu diadakan secara berkelanjutan”.

Keberagaman yang kita miliki menjadi kekuatan untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. “Dengan adanya kesadaran dan kedewasaan beragama ini lah yang menjadi modal untuk mewujudkan kerukunan umat beragama”, pungkas Andewi Susetyo. Keberagaman yang dimiliki Indonesia layaknya pelangi yang membaurkan banyak warna tanpa harus bertabrakan namun seiring dan menjadi satu kesatuan yang indah. (wulan)