Potensi Perolehan Zakat Dari ASN Masih Besar

Rembang – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rembang diimbau untuk membayar zakat melalui Baznas.  Hal ini mengingat masih banyak ASN di Rembang yang belum berzakat melalui badan legal yang berstandar nasional ini.

Hal itu dikemukakan oleh Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Abdul Wahid Hasby ketika diwawancara usai pentasarufan zakat oleh UPZ Kemenag Rembang dan Baznas Rembang, Selasa (19/2/2019), di Masjid Agung Rembang.

Hasby mengatakan, potensi zakat ASN di lingkungan Kabupaten Rembang masih besar. Diungkapkannya, jumlah ASN yang berzakat dari penghasilannya, baik gaji maupun tunjangan kinerja, profesi, dan sertifikasi, masih belum ada 50 %. Hasby memprediksi, jika semua ASN berzakat melalui Baznas, maka perolehan zakat Baznas sangatlah besar.

“Dengan begitu, upaya kami untuk menyejahterakan ummat akan semakin terpenuhi,” kata Hasby.

Hasby mengatakan, dana yang  paling besar diterima oleh ASN adalah infaq. Padahal, zakat hukumnya wajib. “Oleh karena itu kami minta kesadaran para ASN untuk bersama-sama membangun kesejahteraan umat, menolong masyarakat yang tidak mampu dengan berzakat,” ujar Hasby.

Diungkapkannya, instansi pemerintah yang paling banyak berkontribusi terhadap perolehan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Basnas Rembang adalah Kemenag Rembang. “Untuk tahun 2018, Kemenag Rembang telah menyetor zakat dari gaji, tukin, dan sertifikasi sebanyak Rp 600 juta.

Dia memprediksi, jika semua ASN di Kabupaten Rembang membayar zakat melalui Baznas, maka target Baznas untuk menghimpun dana zakat sebesar Rp 5 miliar per tahun akan tercapai.

Sementara Kakankemenag Kabupaten Rembang, Atho'illah menyampaikan apresiasi terhadap ASN di lingkungan Kemenag Rembang yang sudah berzakat melalui Baznas. Ia berharap, ASN di instansi lain segera mengikuti langkah Kemenag yang mewajibkan semua ASN nya untuk berzakat melalui Baznas. “Kami sudah berzakat dari gaji dan tukin kami selama beberapa tahun terakhir ini. Tujuan kami adalah, agar gaji yang kami terima berkah dan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Atho'illah.

Asisten II Setda Rembang, Abdullah Zawawi mengatakan, kehadiran Baznas sangat membantu misi Pemerintah Kabupaten Rembang membangun sosial ekonomi masyarakat Rembang. “Pemkab itu punya anggaran untuk sosial. Tapi kalau sudah habis ya tidak ada anggaran. Baznas di sini sangat membantu untuk mewujudkan program-program sosial kami,” ujar Abdullah.

Salah satu contoh adalah program rehabilitasi rumah tidak layak huni. Menurut Abdullah, program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Karena rumah merupakan kebutuhan pokok.– iq/Wul