PPIH Gelar Rapat Evaluasi Mingguan Pertama

Boyolali – Seminggu sudah berjalan masa operasional penyelenggaraan ibadah haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menggelar rapat evaluasi mingguan guna melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan PPIH kepada calon jemaah haji sejak kedatangan di Asrama Haji hingga diberangkatkan menuju Tanah Suci. Seluruh personil PPIH Embarkasi Solo hadir dalam rapat evaluasi beserta beberapa koordinator teknis Satuan Petugas (satgas) PPIH di Aula Gedung Madinah lantai I Komplek Asrama Haji Donohudan Solo, Kamis (11/08).

Ketua PPIH Syaifuddin Zuhri didampingi Wakil Ketua II Rahardjanto Pujihantoro memimpin rapat evaluasi dengan mendengarkan laporan dari masing-masing bidang terkait pelaksanaan tugas dan fungsi berikut kendala-kendala yang dihadapi di lapangan. Secara prinsip pelaksanaan layanan kepada calon jemaah haji berjalan lancar, mulai dari kesekretariatan, bidang penerimaan dan pemberangkatan jemaah, bidang perbekalan, bidang akomodasi, bidang katering, bidang pembinaan, bidang dokumen, bidang bea cukai, bidang imigrasi, bidang kesehatan, bidang penerbangan dan bidang keamanan semuanya berjalan sesuai dengan harapan.

“Kita semua bersyukur seminggu berjalan operasional penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Solo berjalan lancar, hal ini terbukti dari pemberitaan di media-media yang kita pantau cukup baik, masing-masing bidang dapat melaksanakan tugas dan layanannya dengan baik, sehingga tidak ada laporan-laporan miring terhadap pelaksanaan ibadah haji pada Embarkasi Solo,” urai Syaifuddin Zuhri usai mendengarkan laporan masing-masing bidang.

Menanggapi persoalan visa calon jemaah haji yang belum tuntas, Syaifuddin mengajak kepada seluruh elemen PPIH untuk terus berupaya proaktif berkoordinasi dengan Subdit Dokumen pada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI guna memantau dan mengambil kekurangan visa yang belum jadi, mengambil langkah-langkah taktis dalam menekan bangku kosong kloter dengan mengisinya dari jemaah yang memungkinkan untuk mengisi kekosongan tersebut.

“Bidang dokumen supaya inten menjalin komunikasi dengan Subdit Dokumen pada Ditjen PHU terkait kekurangan visa yang sudah terbit, disamping untuk berupaya menekan kemungkinan bangku kosong yang mungkin ada dari setiap kloter, bagi jemaah sakit yang sudah mendapat rekomendasi laik terbang dari bidang kesehatan segera petakan pada kloter selanjutnya jika mungkin masih tersedia bangku kosong,” lanjutnya.

Syaifuddin juga berharap kepada seluruh elemen PPIH Embarkasi Solo agar dapat memaksimalkan segala sumber daya yang ada, saling membantu dan mendukung dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada jemaah, sehingga operasional ibadah kolosal ini dapat berjalan lancar dan sukses. Pembinaan dan sosialisasi kepada jemaah menyangkut anjuran kesehatan, larangan-larangan dalam penerbangan, maupun aturan-aturan yang berlaku di pemerintah Arab Saudi, sehingga jemaah mampu memahami dan melaksanakan setibanya di Tanah Suci.

Dari segi keamaan, ditegaskan bahwa komplek Asrama Haji Donohudan merupakan kawassan steril, sehingga bidang keamaan diharapkan tegas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, barangsiapa yang tidak bisa menunjukan kartu identitas baik sebagai petugas maupun mitra dilarang masuk. (gt/gt)