PPIH takziyah ke keluarga korban musibah Mina

Semarang – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Solo 1436H takziyah ke 4 keluarga korban musibah Mina yang dirilis oleh Kepala Daerah Kerja (daker) Mekkah Arsyad Hidayat kemarin siang(02/10). Dalam rilis disebutkan ada 31 jemaah haji Indonesia berhasil diidentifikasi, 4 diantaranya adalah jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 62 SOC asal Kota Semarang.

Sebelumnya Debarkasi Solo telah merilis 9 nama korban musibah Mina, 3 diyatakan wafat dan 6 belum kembali ke maktab sejak musibah Mina terjadi (24/09). Sehingga saat ini menjadi 7 jemaah dinyatakan wafat dan 2 belum kembali ke maktab.

Ketua PPIH yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Ahmadi mengawali takziyah ke rumah duka (alm) Khafsoh Maktub Ilyas yang beralamat di Jangli Krajan No. 17 Rt. 10 Rw. 06 Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari Semarang. Dalam takziyah tersebut Kakanwil didampingi perwakilan PPIH Solo beserta keluarga besar Kanwil Kemenag Prov. Jateng, pasalnya suami dari (alm) Khafsoh merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kanwil yang saat ini bertugas di yang bekerja di Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah.

Selanjutnya mulai pagi hingga siang PPIH Solo yang diwakili oleh Sekretaris PPIH Ahyani bersama rombongan takziyah ke rumah duka (alm) Suimah Khasan Kusman yang beralamat di Beringin Rt. 01 Rw. 01 Ngaliyan, (alm) Hadimurti Wibisono Surati yang beralamat di Jl. Usman Janatin No. 15 Rt. 07 Tanjung Mas, dan 9alm) Rita Saadah Sahuddin yang beralamat di Mijen Permai Blok A No. 7 Mijen Semarang.

PPIH Solo memastikan keabsahan berita terkait rilis berhasilnya identifikasi ke-4 jenazah korban musibah Mina kepada pihak keluarga, serta menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas wafatnya jemaah haji dalam musibah Mina sepekan lalu.

“Kami mewakili PPIH Solo menyampaikan dari Kadaker Mekkah bahwa jemaah haji yang namanya tercantum dalam rilis diyakini telah wafat sesuai hasil identifikasi tim, 

 

Mohon maaf baru bisa datang,

menunggu CoD yang sedang proses oleh pemerintah Arab Saudi

Menerima dengan ikhlas