PPKB Upaya Tingkatkan Kompetensi dan Kinerja GPAI

Salatiga — Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam  menggelar  kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PPKB-GPAI)  online, di Gedung SMKN 2, Senin (12/11). Kegiatan PPKB – GPAI diikuti 195 peserta yang terdiri  GPAI TK, SD, SMP, SMA dan SMK, yang dihadiri Kepala Kemenag, Kasubag TU, Kasi Pakis,  Ketua KKG PAI, Kepala Sekolah SMKN 2 dan Pengawas PAI.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, Fahrudin  mengucapkan banyak terima kasih kepada KKG PAI yang cukup responsif terhadap pelaksanaan ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada kepala sekolah SMKN 2,  yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga dapat dilaksanakan diruangan yang cukup representatif yang nantinya akan berjalan sampai sore,” kata Fahrudin.

Pemerintah sedang menyiapkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB). Sesuai namanya, program ini diorientasikan pada upaya peningkatkan kompetensi dan kinerja guru dan Tenaga Kependidikan secara berkelanjutan.

“Ini menjadi hal yang sangat penting, bagi pemerintah karena dia akan menjadi bahan tindak lanjut, saya membaca dari beberapa komponen kompetensi guru agama salah satu diantaranya masalah kemampuan dalam menguasai materi,” tegasnya.

Menurut Fahrudin,  berdasarkan Peraturan Menpan RB Nomor 16 Tahun 2009, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional guru dan tenaga kependidikan yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kinerja guru GPAI

“Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi pengembangan diri (PD), publikasi ilmiah (PI), dan karya inovatif (KI),” tuturnya.

Adapun tujuan dari PPKB, menurut Fahrudin, adalah memfasilitasi guru untuk terus memutakhirkan kompetensi yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya. Selain itu, PPKB penting dalam rangka memotivasi guru agar memiliki komitmen melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.

“Selain itu, mengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, rasa hormat dan bangga kepada penyandang profesi guru,” ujarnya.

Selanjutnya, sejauh mana kemampuan bapak ibu mengusai materi, jadi dengan adanya PK online ini bisa diketahui nilai-nilai missal pedagogic, kepribadian, sosial, keprofesinal, spiritual dan sinergi.

“Guru Agama Islam disekolah diharapkan mempunyai nilai-nilai kemampuan yang lebih yang utama terhadap siswa siswi yang saat ini menjadi tanggung jawab terhadap bapak ibu,” tutup Kepala Kantor. (KK-Mnc-YF/gt)