PPL Bekali Mahasiswa PGMI IAIN Pekalongan Menjadi Guru Profesional

Kab. Pekalongan – Dalam rangka membekali mahasiswa calon guru dengan kemampuan praktik mengajar dan administrasi madrasah, IAIN Pekalongan, dalam hal ini Prodi PGMI kembali menerjunkan mahasiswa PPL di beberapa madrasah Ibtidaiyah di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan. Demikian disampaikan Ibu Aan Fadia Annur, M.Pd selaku Dosen Pembimbing Lapangan saat penyerahan mahasiswa PPL di MI Sullam Taufiq Kajen, Selasa (10/8).

Aan menyampaikan bahwa untuk periode Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022 ini ada 161 mahasiswa yang terbagi ke dalam 16 kelompok mahasiswa, setiap kelompok terdiri dari 10 sampai 11 mahasiswa praktikan.

“Setiap mahasiswa akan melaksanakan praktik mengajar di bawah monitoring Dosen Pembimbing dan guru pamong selama 45 hari dengan melaksanakan praktik mengajar sebanyak minimal 5 kali, termasuk ujian” jelas Aan.

Bu Aan, Dosen asli Kota Cirebon ini menandaskan bahwa mahasiswa harus betul-betul memanfaatkan kesempatan selama 45 hari PPL dengan sebaik-baiknya dengan proaktif mencari informasi, pengalaman dan belajar secara langsung dari Kepala Madrasah, guru-guru dan tenaga kependidikan yang ada di MI Sullam Taufiq ini. Harapannya dengan mengikuti PPL ini para mahasiswa memiliki pengalaman yang berharga sebagai bekal ketika nantinya terjun sebagai guru.

Sementara itu, M. Syaikhul Alim, Kepala MI Sullam Taufiq Kajen menyambut dengan baik kepercayaan IAIN Pekalongan untuk menjadikan MI Sullam Taufiq sebagai lokasi PPL. “Kami merasa bergembira, sebagai madrasah baru MI Sullam Taufiq mendapatkan kepercayaan. Ini adalah perdana PPL dilaksanakan di MI Sullam Taufiq Kajen, Semoga diberikan kelancaran dan dapat melaksanakan PPL dengan baik dan mahasiswa mendapatkan pengalaman riil mengelola pembelajaran sebagai aplikasi teori yang selama ini di pelajari di bangku kuliah. Kami berharap kerjasama dengan IAIN Pekalongan tidak berhenti sampai di pelaksanaan PPL saja, tetapi bisa di bidang-bidang lain seperti pelatihan untuk guru-guru maupun publikasi ilmiah bagi guru” ujar Syaikhul Alim. (Msa/Ant/bd).