Pramuka Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Rembang – Pramuka di Indonesia diharapkan mampu menjadi wahana mendidik anak muda untuk berlatih mandiri dan berjiwa ksatria. Generasi emas ini diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan bangsa di tengah masih maraknya degradasi moral bangsa.

Demikian disampaikan oleh Kakankemenag Kabupaten Rembang menyambut hari Pramuka, 14 Agustus 2018. Atho’illah turut mrnghadiri Upacara Hari Pramuka pada Selasa (14/8/2018) di alun-alun kota Rembang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.000 anggota pramuka mulai siaga, penggalang dan penegak yang berasal dari berbagai gugus depan di Kabupaten Rembang.  Selain itu juga sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Rembang dan Kepala OPD se Kabupaten Rembang.

Atho’illah mengatakan, generasi muda sekarang, khususnya Pramuka harus bisa menjawab tantangan masa depan. Dikatakannya, semakin canggih perkembangan zaman, semakin mempermudah manusia dalam banyak urusan. Namun ada satu hal yang perlu dijaga dan menjadi sebuah tantangan yang besar, yaitu menjaga moralitas bangsa.

“Di zaman serba canggih dan terbuka ini, segala hal, baik yang positif dan negatif mudah sekali masuk dalam pergaulan remaja. Ruang dan waktu sudah tidak terbatas lagi. Maka itu, segala hal yang negatif, terutama yang merusak akhlak harus dihindari,” tandas Atho’illah.
 

Pramuka milenial

Sementara Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz menyampaikan pesan, pramuka sekarang perlu mengadakan rebranding. Hal ini karena pramuka saat ini tidak sama dengan kondisi saat dilahirkan.

“Generasi Pramuka sekarang adalah generasi yang dihup di zaman milenial. Kalian adalah generasi yang online dan bisa update status setiap saat. Ini bisa dimanfaatkan untuk sosialisi kegiatan Pramuka,” kata Bupati.

Lebih lanjut ia mengimbau kepada jajaran anggota pramuka agar lebih berhati-hati dengan tahun politik tahun 2019 yang akan datang. Harapannya, agar pramuka tidak ikut campur dengan politik praktis.

“Saya berpesan hendaknya gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan luar sekolah jangan terlibat dalam kegiatan politik praktis ini,” kata Bupati menyampaikan imbauan Ketua Kwartir Nasional. —iq/bd