Pray From Home, Kemenag Jateng Siap Kawal Secara Masif

Semarang (Humas) – Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Musta’in Ahmad memimpin rapat koordinasi pra kondisi program Pray From Home siang ini Rabu (07/07). Rapat melalui zoom meeting ini diikuti oleh para Pejabat Eselon 3 (tiga) jajaran Kemenag Prov. Jateng dan Pokjaluh pada Kemenag Kab/Ko.
“Pray From Home sebagai salah satu ikhtiyar agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan nilai-nilai agama mengemuka pada masyarakat,” ungkap Kakanwil.
“Pray From Home, jika hal ini digerakan secara massif maka dapat memberikan semangat rohani masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi saat ini,” imbuhnya.
Pray From Home merupakan program Nasional ini akan digelar tanggal 11 Juli 2021. Hal ini sebagai respon dari pemerintah atas kegelisahan mayarakat, jawaban pemerintah terhadap harapan masyarakat untuk saling menguatkan.
Puncak kegiatan ini akan digelar pada hari Minggu (11/07). Akan dilaksanakan ceremony doa bersama yang difasilitasi oleh Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Dan sebelumnya pada hari Sabtu (10/07) juga akan dilaksanakan hening cipta Indonesia tepat pada pukul 10.00 WIB.
Diakhir sambutannya Kakanwil menegaskan kepada seluruh peserta segera menyesuaikan kebijakan yang ada di daerah maupun dari pusat, menggalakan gerakan massif dengan twibbon, yakni twibbon nasional. Flyer, backdrop, spanduk yang digunakan satu yakni dari Kanwil dan memviralkan hastag Pray From Home, serta membuat video dari tokoh agama video. Kakanwil mengajak untuk bergerak secara simultan bersama.
Sementara Kasubbag Umum dan Humas, Afief Mundir mengatakan bahwa langkah efektif dalam melakukan PFH secara massif yakni dengan struktur organic yang ada di Kemenag, para Pokjaluh menjadi garda terdepan dalan pergerakan ini didukung seluruh ASN Kemenag di Jawa Tengah.
“Ketika ingin melakukan PFH secara massif maka langkah yang efektif dengan struktur organic yang ada di Kemenag melalui twibbon, hastag Pray From Home. Kita telah mendapat ijin Biro HDI melakukan inovasi dalam memviralkan PFH dan akan dishare Kemenag Kab/Ko melalui PIC Humas,” tutur Afief.
PFH menjadi gerakan nasional yang diharapkan dapat membangkitkan semangat rohani masyarakat. Dan usai dilaksanakan PFH secara nasional, untuk (12/07) dan seterusnya ada pasca kegiatan puncak yakni hal itu menjadi kegiatan yang rutin setiap hari. (qq)