Prestasi Maksimal, Meksipun Dukungan Dana Yang Minim

Surakarta – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Surakarta, melepas kontingan Surakarta pada Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) Tingkat Provinsi, di Aula SMPN 1 Surakarta, Jum’at (27/10).

Ketua Panitia,  Ahmad Rois, dalam laporannya mengatakan MAPSI ini diikuti oleh 30 peserta yang dibagi menjadi 7 cabang lomba. Yaitu, Cerdas Cermat Islam dan lomba pidato putra dan putri, diwakili SMP Negeri 1 Surakarta, lomba MTQ Tilawah diwakili oleh SMP Negeri 14 dan SMP Al Muayyad Surakarta, lomba MTQ Murotal  diwakili SMP Negeri 6 Surakarta dan SMP Muhammadiyah 1 Surakarta, lomba MTQ Tahfid diwakili  SMP Negeri 13 dan 15 Surakarta, lomba Kaligrafi, diwakili SMP Negeri 27 dan SMP Muhammadiyah 2 Surakarta, dan lomba Rebana diwakili SMP Negeri 4 Surakarta.

Selain itu Ahmad Rois juga berpesan meskipun dukungan dana sangat minim tetapi Ia meminta agar peserta lomba MAPSI mau berjuang keras agar bisa mengikuti lomba.

“Kita ini sangat minim sekali dalam hal finansial, tapi peserta lomba dan masing-masing sekolah melakukan iuran gotong royong.  Alhamdulillah kita dapat bantuan dari BAZNAZ, UPZ, lalu dari MKKS”, ujar Ahmad Rois.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta yang diwakili oleh  Amir Khusni,  mengatakan bahwa Ia sangat bangga terhadap perjuangan peserta lomba dan pihak yang terlibat.

“Saya mengacungi jempol, apresiasi kepada semuanya dengan kegigihan dapat berangkat”, ujar Khusni bersemangat.

Sebagai official pembimbing, pembina, dan peserta lomba tidak lupa  Amir Khusni memberikan semangat dan arahan agar bisa membawa nama baik sekolah dan asal peserta, sehingga bisa melakukan yang terbaik demi Kota Surakarta.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Syamsudin sebelum acara pelepasan, berharap kepada peserta lomba Kontingen Surakarta, agar bisa mendapatkan juara dan tampil maksimal serta selalu rendah hati.

“Semoga semua mendapatkan juara, tugas adik-adik fokus dan tampil maksimal demi nama harum kalian, keluarga, sekolah, bahkan Kota Surakarta. Jangan pernah sombong, takabbur, kalau menang bersyukur,” harap Syamsudin.

Selain itu Ia juga berusaha menyemangati peserta agar berjuang demi mengharumkan nama kita.

“Persiapkan semuanya dengan doa, berikan semaksimal mungkin yang kalian bisa. Lampauilah batas maksimal, tunjukkan kalian unggul dalam prestasi serta berakhlaq mulia”, pungkasnya. (rma/bd)