Program Baca Kitab Kuning, Komitmen MAN Lasem Kuatkan Pondasi Agama Siswa

Rembang – Kitab kuning merupakan sumber ilmu Islam Klasik yang sudah ada sejak dulu, bahkan hingga kini. Kajian ilmu agama Islam yang mendalam dari kitab kuning, menjadikan MAN Lasem memrogramkan secara khusus ‘Baca Kitab Kuning’ bagi para seluruh siswa.

Menurut Kepala MAN Lasem, Shofi, program Baca Kitab Kuning ini adalah untuk mendukung dan menguatkan mata pelajaran Agama Islam. Adapun materi baca kitab kuning ini disisipkan dalam setiap jam pelajaran Agama Islam.

Program ini sangatlah wajar, mengingat MAN Lasem berada di tengah-tengah puluhan pesantren yang ada di Lasem, yang semuanya mengajarkan kitab kuning.

“Dengan program ini, kami menginginkan lulusan MAN Lasem bisa membaca kitab kuning, sebagaimana yang diajarkan di pesantren tempat sebagian siswa MAN Lasem bermukim,” kata Shofi.

Sementara untuk meningkatkan kompetensi tenaga pengajar, Shofi mengirimkan beberapa guru untuk belajar secara khusus metode mengajar Kitab Kuning ‘Amsilati’ di Jepara. Metode ini dipandang sangat praktis karena memberikan rumus-rumus yang mudah membaca kitab kuning, sehingga mudah pula dipahami oleh siswa.

Keluaran siswa pun patut dibanggakan. Terbukti dengan adanya ujian praktik terbuka membaca kitab kuning di sela acara Penglepasan peserta didik Kelas XII yang diadakan beberapa waktu lalu di halaman MAN Lasem.

Puluhan siswa diminta untuk naik ke panggung dan diuji secara langsung oleh beberaap pengasuh Ponpes sekitar. Dengan lantang dan jelas, peserta didik mampu menjawab soal dari penguji secara jelas dan detail.

Program ini pun membawa kebanggaan tersendiri bagi para siswa. Seperti halnya yang diungkapkan oleh alumnus MAN Lasem, Rika Refsi Rofiqoh Rambe. Gadi kelahiran Bengkulu yang lulus tahun lalu ini mengaku bangga bersekolah di MAN Lasem dengan program baca kitab kuning ini. Hal ini membuat pengetahuan agamanya semakin dalam saja.

Khulashoh alfiyah

Program baca kitab kuning ini  didukung pula oleh pembacaan secara rutin khulashoh alfiyah pada pagi hari. Kitab yang berupa nadzoman ini berisi tentang kajian lengkap mengenai ilmu nahwu dan shorof sebagai pendukung membaca kitab kuning.

“Semoga dengan program baca kitab kuning dan nderes khulashoh alfiyah ini para peserta didik mendapatkan barokah dari para alim ulama para pengarang kitab-kitab tersebut,” ujar Shofi. —(ss/bd)