Program Genre sebagai Upaya Mengatasi Permasalahan Remaja

Blora – Permasalahan remaja merupakan permasalahan yang sangat kompleks mulai dari jumlahnya yang cukup besar hingga permasalahan TRIAD KRR (tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu Seksualitas, HIV/ AIDS dan Napza), dimana hal ini merupakan potensi yang memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat dimanfaatkan menjadi modal pembangunan ke depan.

Untuk itu,  Balai Diklat KKB Pati melaksanakan kegiatan Pelatihan Teknis Non Medis Bagi Tokoh Masyarakat/Agama dan Mitra Kerja  yang diikuti oleh 35 orang dari Kab. Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Grobogan dan Kota Semarang, terdiri dari unsur Penyuluh Agama dan Koordinator PLKB selama 4 hari mulai tanggal 9 s/d 12 Oktober 2017 kemaren.

Kegiatan Pelatihan ini diharapkan dapat menjalin kerjasama antara Penyuluh Lapangan KB dan Penyuluh Agama Islam Kemenag Blora dalam program GenRe (generasi berencana), terutama dalam pengelolaan Pusat Informasi dan Konsultasi (PIK) Remaja  sehingga PIK Remaja di masing-masing Kecamatan bisa aktif kembali dan terus berkembang.

Nunuk Inayatul Ulya, Penyuluh Agama Kecamatan Todanan menyampaikan bahwa program genre dari BKKBN yakni Program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe tersebut dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja serta orang tua yang memiliki remaja, dimana pendekatan kepada remaja/mahasiswa dilaksanakan melalui pengembangan Pusat informasi dan konseling remaja/mahasiswa (PIK R/M) dengan menjadikan remaja sebagai pengelola, pendidik dan konselor sebaya sehingga kelompok ini dikelola dari oleh dan untuk remaja/mahasiswa. PIK remaja/mahasiswa yaitu suatu wadah untuk memperoleh informasi dan pelayanan konseling tentang kesehatan reproduksi

Untuk itu, Nunuk yang dikirim sebagai wakil penyuluh agama Islam Kemenag Blora menyambut gembira program tersebut, karena dari pelatihan ini diharapkan penyuluh agama bisa membantu membina PIK-Remaja yang berada di bawah binaan PLKB pada masing-masing Kecamatan dan hal ini sudah sesuai dengan fungsi  Penyuluh Agama Islam, baik Informatif Edukatif, fungsi Konsultatif dan fungsi Advokatif.

Hal ini senada dengan sambutan Kepala Balai Diklat KKB Pati yang diwakili oleh Bapak Drs. Supartono, M.Kom. dalam menutup pelatihan kemarin. Dengan dilatihnya Penyuluh Agama diharapkan bisa membantu pembinaan PIK-Remaja di wilayah masing-masing. (.Nunuk/Ima/bd)