Program Life Skill MAN Tegalrejo Gandeng Balai Latihan Kerja

Magelang – MAN Tegalrejo menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Magelang dalam rangka menyukseskan program Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill) bagi siswa kelas XI. Kegiatan dilaksanakan dalam 10 Angkatan melalui 5 Program Keahlian yaitu Otomotif, Prosesing Hasil Pertanian, Menjahit, Komputer, dan Teknisi Handphone.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Program Life Skill Dwi Adi Satrianto, kepada kontributor berita MAN Tegalrejo Anas Munaji, Rabu (8/3).

Dwi Adi menjelaskan Program Kecakapan Hidup (life skill) pada MAN Tegalrejo merupakan konsep pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan para siswa agar memiliki keberanian dan kemauan menghadapi masalah hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara kreatif menemukan solusi serta mampu mengatasinya.

“Jadi life skill tidak sekedar keterampilan bekerja, tetapi lebih kepada kompetensi menghadapi persoalan dan mencari solusinya,”katanya.

Dwi Adi menjelaskan program life skill di madrasahnya diselenggarakan dengan pola 160 Jam meliputi lima keahlian yang dapat dipilih oleh para siswanya.

“Materi life skill diberikan di kelas XI pada setiap jenjangnya, yang terbagi dalam 5 keahlian yaitu Otomotif, Prosesing Hasil Pertanian, Menjahit, Komputer, dan Teknisi Handphone,” katanya.

Lebih lanjut Dwi Adi menerangkan bahwa indikator program life skill secara konsep dikelompokkan menjadi empat yaitu (1) self awarness, merupakan kecakapan mengenal diri, sering disebut kecakapan personal, (2) thinking skills, kecakapan berpikir rasional, atau kecakapan akademik, (3) social skill, kecakapan sosial, dan (4) vocational skills, atau kecakapan vokasional, sering disebut keterampilan kejuruan (keterampilan teknis).

“Keempat kecakapan itu sangat diperlukan bagi siswa MAN Tegalrejo dalam rangka mewujudkan mewujudkan Visi: Unggul dalam Prestasi, Terampil dalam Berkarya, dan Berakhlak Mulia,” tambahnya.

“Sesuai harapan Kepala Madrasah Bapak Joko Susilo, kegiatan life skill ini mampu mewujudkan misi tersebut dengan memberikan bekal keterampilan sehingga siswa menjadi terampil, kreatif, dan mampu mandiri. Bagi yang tidak melanjutkan dengan bekal life skill dapat berwirausaha,” lanjutnya.

Dwi Adi menambahkan dalam program life skill tersebut, MAN Tegalrejo telah menyediakan peralatan dan bahan praktik. Sebagai narasumber kegiatan bermitra dengan BLK Kab. Magelang.

Dibandingkan dengan kegiatan serupa tetapi masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler, program life skill justru lebih diminati. Hal ini terbukti tingginya minat siswa dengan tekun mengikuti kegiatan sampai dengan pukul 17.00 WIB.

“Minat siswa sangat tinggi. Mereka tetap tekun mengikuti kegiatan meskipun sampai jam 17.00 WIB terutama angkatan Teknisi Handphone dan Menjahit,” tegasnya.

“Bagi siswa yang lulus diberikan Sertifikat. Tentunya ini sangat bermanfaat setelah mereka lulus dari sini,” harapnya. (Anas/m45k/Af)