Program Pendidikan Mu’adalah adalah sebuah keniscayaan bagi Pondok Pesantren

Note :

Untuk diapprov di website daerah karena kurang greget……….. 

 

Batang – Plt Kasi PD PontrenSubkhi bersama staf/JFU Siswoyo melakukan pendampingan kegiatan Studi Banding Pendidikan Muadalah dua Pondok Pesantren dari Batang di Ponpes Al Anwar Sarang Rembang yang diasuh oleh KH. Maemun Zubair yang akrab dipanggil Mbah Mun, Jum’at-Sabtu, (14,15/4). “Untuk menghadapai tantangan global Pendidikan Mu’adalah adalah sebuah keniscayaan bagi Pondok Pesantren agar akses para santri untuk meneruskan ke jenjang pendidikan formal tidak tertutup”, kata Subkhi.

“Dengan adanya muadalah diharapkan peran santri dalam membangun bangsa semakin terbuka dalam segala bidang, baik bidang ekonomi, politik, sosial maupun budaya”, imbuhnya.

Dari Batang yang mengikuti Studi Banding tersebut adalah Ponpes Arroudloh Babadan Limpung terdiri dari 7 ustadz dipimpin oleh putra pengasuh Gus Muh Ulil Huda dan Ponpes Darul Ulum Tragung Kandeman terdiri dari 9 ustadz dipimpin oleh pengasuh KH Zainul Iroqi.

Pada pagi hari acara diawali silaturahmi dengan Pengasuh Ponpes Al Anwar Mbah Mun. Dalam kesempatan tersebut Mbah Mun berbicara banyak hal yang disampaikan dengan bahasa arab, diantaranya menyoroti perkembangan Islam di Indonesia dan dunia.

Acara dilanjutkan dengan pertemuan bersama pengurus/pengelola program muadalah PP Al Anwar. Diantara pembicaraan dalam pertemuan tersebut adalah tentang sejarah muadalah di Ponpes Al Anwar, kurikulum yang dipakai, metode belajar mengajar yang diterapkan hingga teknis tatacara proposal pendaftaran sampai ke menteri agama.

Setelah melakukan evaluasi dan kajian internal kedua Pondok Pesantren dari Batang tersebut optimis mampu melaksanakan Program Muadalah, karena kurikulum dan metode belajar mengajar tidak jauh berbeda dengan Ponpes Al Anwar Sarang Rembang tersebut.

“Insya-Allah kita bisa melaksanakan Program Muadalah”, kata Zainul Iroqi dengan nada optimis.