PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) Luncurkan Program Bantuan Sarana Protokol Kesehatan Pada 20 Madrasah Binaanya

Batang  – PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang meluncurkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Cegah Covid19 ( GERMASVID)  yang tersiri dari Posbindu PTM cegah covid19, kesehatan mental untuk managemen stress dampak dari covid19, dan inovasi kegiatan berkebun untuk ketahanan pangan dan gizi, serta penyiapan SOP protokoler kesehatan di sekolah dampingan. Untuk merealisasi program itu pihak PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) mengadakan Pertemuan Stakeholder Sekolah kaitannya dengan kesiapan Satuan Pendidikan dalam menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sesuai Prokes pada 20 Sekolah Dampingan BPI itu. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Kamajaya, Lt.2 Hotel Dewi Ratih, Batang pada Kamis (27/05).

Hadir dalam acara yang diinisiasi oleh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) ini adalah perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Korwil Pendidikan Kecamatan Tulis , Korwil Pendidikan Kecamatan Kandeman , Kepala Puskesmas Tulis ,Kepala Puskesmas Kandeman , Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Batang, Kepala Kemenag Kabupaten Batang, Seksi Pendidikan Madrasah, dan KKM Madrasah kecamatan Kandeman.

Dalam sambutanya sebagai Manager CSR PT. BPI Bhayu Pamungkas itu mengatakan bahwa faktual di lapangan bahwa pembelajaran tatap muka sekolah di Kabupaten Batang, telah dilaksanakan mulai bulan Maret 2021 pada sekolah yang berada pada zona hijau, dengan penerapan protokoler kesehatan yang ketat dengan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan air mengalir, menyediakan handsanitizer, pengecekan suhu dengan thermogun, memakai masker, menjaga jarak , selain itu pihak sekolah juga harus melakukan pembatasan jumlah siswa yang ada di kelas, pengaturan jarak tempat duduk, serta pemadatan waktu pembelajaran tatap muka. Sama halnya di 20 sekolah dampingan PT BPI, berdasarkan hasil Assessment Sekolah Dampingan, sebagian besar sudah menyiapkan prokes untuk proses belajar tatap muka.

“ Keadaan yang seperti itu memaksa kami PT BPI yang memiliki komitmen untuk melakukan garakan kususnya pada sekolah dampingan kita untuk melihat dan melakukan langkah agar sekolah-sekolah itu dapat dibantu oleh perusahaan,” kata Bhayu Pamungkas .

Dia menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah melakukan koordinasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dengan penerapan protokol kesehatan yang ada Kabupaten Batang khususnya di Kecamatan Tulis dan Kecamatan Kandeman, mendengar penyampaikan hasil monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan di sekolah oleh Seluruh stakeholder, mencari kesepakatan bersama pada stakeholder agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan dapat berjalan dengan lancer dan  enguatkan gerakan bersama mewujudkan sekolah sehat terhindar dari penularan Covid19.

“ Prinsipnya kami BPI dan CSR ingin membudyakan displin di sekolah, mendorong lembaga terkait untuk menerapkan Prokes secara optiml, kami akan memberikan bantuan sarana CTPS (Cuci tangan pake sabun), sabun cuci tangan, air bersih di setiap fasilitas CTPS, cairan pembersih tangan,bantuan Masker, yang membuat dari UKM binaan dari BPI, perlengkapan desinfektan, cairan Des, sarung tangan, masker, alat penyemprot, sarana kebersihan, thermogun untuk 20 madrasah binaan BPI,”tambahnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kantor Kemenag Kabupaten Batang, yang diwakili oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha H. Abdul Wahab dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya sangat memberikan apresiasi dengan BPI dan CSR yang telah mencanangkan program pada madrasah yang dijadikan binaannya. Menurutnya selain perusaahan besar yang dibutuhkan oleh Negara, ternyata perusahaan ini ikut memperhatikan pendidikan kususnya penanggulangan covid-19 yang sampai hari ini masih kita waspadai.

“ Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi pada perusahaan yang sudah dibimbing dan menjadikan MI salah satu binaan menjadi juara Adiwiyata Nasional, menuju Adiwiyata Mandiri. Pembelajaran tatap muka, mohon binaan dan bimbingan serta bantuan sarprasnya (semoga bisa dikembangkan MI lain),” pungkas H. Abdul Wahab. ( Uripah / Zy)