PTSP, Era Baru Pelayanan Kemenag kepada Masyarakat

Semarang (inmas) – Apel pagi menjadi media strategis bagi pimpinan dalam memberikan pembinaan kepada jajaran aparaturnya. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Suhersi pada kesempatan apel pagi menekankan akan pentingnya apel pagi di lingkungan birokrasi pemerintahan.

“Apel menjadi bagian terpenting di lingkungan birokrasi, di samping waktu dan tempat sudah paten ditentukan apel pagi tentu diikuti oleh seluruh pegawai dengan tidak membutuhkan biaya dalam pelaksanaannya,” tutur Suhersi kepada para peserta apel di Halaman Kantor, Rabu (02/01).

“Saat apel para pejabat dapat menyampaikan terkait visi-misi, rencana dan program kerja serta inovasi-inovasi Kementerian Agama sebagai pembinaan dan pembekalan kepada para aparaturnya, sehingga langkah-langkah strategis yang akan diimplementasikan dipahami oleh seluruh aparaturnya,” imbuh Kabag TU yang  sebelumnya menjabat sebagai Auditor pada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI.

Pada kesempatan itu, Suhersi menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan Pembinaan ASN yang dibarengi dengan Launching dan Peresmian Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) beserta Persemian 24 Gedung Balai Nikah Kecamatan dan Manasik Haji yang dihadiri oleh Menteri Agama, Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

“Kita wajib bersyukur atas bimbingan dan arahan dari Kepala Kantor Wilayah Bapak Farhani, kegiatan Pembinaan ASN & Peresmian PTSP bisa dihadiri oleh Bapak Menteri Agama, Bapak Gubernur Jawa Tengah dan Bapak Wakapolda serta acara berjalan sukses dan lancar,” ungkap Suhersi bangga.

Kita patut bangga, launching PTSP pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi dari berbagai pihak utamanya dari Menteri Agama RI dan Gubernur Jawa Tengah.

“Sekalipun PTSP Kanwil Kemenag Jateng menjadi PTSP yang paling akhir diresmikan, namun Bapak Menteri Agama sangat mengapresiasi PTSP kita utamanya dari segi aplikasi dan jenis layanan, dan Beliau berharap aplikasi tersebut bisa sinergi dan integrasi dengan PTSP pada Kantor Kementerian Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah,” paparnya.

Mengakhiri, Suhersi mengajak seluruh ASN Kanwil untuk mampu mengoptimalkan PTSP sehingga mampu mewujudkan inovasi pada Kementerian Agama dalam menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal pelayanan keagamaan.

“Launching PTSP sebagai babak baru pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat, kita jangan terlena dengan apresiasi dari Bapak Menteri Agama dan Bapak Gubernur Jawa Tengah, namun kita mempunyai kewajiban untuk menerapkan pelayanan yang murah, efektif dan efisien ini dalam rangka memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat mulai saat ini di PTSP kita,” pungkasnya. (gt/gt)