PTSP Mendekatkan Madrasah ke Masyarakat

Purwokerto – Kehadiran PTSP harus bisa mendekatkan madrasah ke masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan dan lebih memberikan dari sekedar apa yang diharapkan oleh pelanggan. ” ibarat orang membeli sesuatu barang 1 lusin, maka si penjual 1 lusinnya tidak dua belas, tapi tiga belas bahkan lebih ” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Imam Hidayat di sela-sela acara Lomba Siswa MI.

PTSP MIN 1 Banyumas, lanjut Imam, merupakan satu-satunya PTSP tingkat madrasah di Kabupaten Banyumas. PTSP ini berada di gedung yang dibangun dengan dana SBSN dan baru saja diresmikan oleh Menteri Agama di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pada 31 Desember 2018. ” Sebagai satu-satunya PTSP maka diharapkan MIN 1 Banyumas akan selalu lebih maju dan percontohan bagi madrasah lainnya, dan yang paling penting adalah kepuasan masyarakat dalam hal ini orang tua siswa semakin bertambah” harap Imam.

Kepala MIN 1 Banyumas, Saridin menjelaskan bahwa PTSP MIN 1 Banyumas saat ini setidaknya memberikan 9 layanan. Diantaranya adalah layanan surat masuk dan keluar, layanan penerimaan siswa baru, layanan mutasi siswa, layanan legalisir ijazah, layanan pengambilan ijazah,  layanan surat keterangan kesalahan penulisan ijazah/ ijazah rusak/ ijazah hilang, layanan pencetakan NISN dan layanan pemberian bantuan dana kepada komite madrasah.

Satu lagi adalah layanan transaksi online kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia. “sehingga di PTSP kami juga melayani tarik tunai, setor tunai, transfer, pembayaran pulsa, tagihan listrik, telepon, air, angsuran pembiayaan, tiket kereta api dan lain sebagainya. Layanan transaksi online ini merupakan inovasi karena setiap hari dibutuhkan masyarakat terutama wali murid. Jadi sambil mengantar atau menjemput anak, orang tua bisa sambil bertransaksi” ungkap Saridin.

Saat ditanya soal peminat masyarakat untuk menyekolahkan anak di MIN 1 Banyumas, Saridin menerangkan bahwa saat ini (5/1) masyarakat yang sudah menitipkan namanya untuk sekolah di MIN sudah mencapai 150 anak. Hal ini menjadikan semangat bagi seluruh guru dan karyawan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (ak/bd)