PTSP Tidak Hanya Tingkatkan Pelayanan Tetapi Diharap Bisa Menepis Fitnah

Surakarta – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tidak hanya sebagai usaha meningkatkan pelayanan publik.Tetapi, juga sebagai usaha untuk menepis menghilangkan hal-hal yang selama ini bisa menjadi fitnah untuk kita semua.

Saya berharap PTSP dapat memangkas urusan administrasi layanan birokrasi.  Jika sebelumnya proses pelayanan dilakukan melalui beberapa meja sehingga menuduhkan berbagai prasangka soal biaya. Kedepan tidak boleh lagi.

Demikian sambutan Walikota Surakarta yang dibacakan Wakil Walikota, Achmad Purnomo, pada acara Launching Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, di Aula Kemenag, Rabu (12/12) kemarin.

Pemerintah Kota Surakarta, kata Purnomo, mendukung penuh inovasi program PTSP di Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta.  Selain mempercepat dan mempermudah pelayanan publik sekaligus juga mewujudkan  transparansi dan akuntabilitas. 

“Inovasi seperti inilah yang dibutuhkan untuk mewujudkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui momentum peresmian PTSP ini,lanjutnya,  diharapkan Kankemenag dapat memberikan akses yang bisa memuaskan masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang terbaik, kenyamanan dan transparansi di segala bidang pelayanan.

Dengan banyaknya layanan di Kantor Kemenag, Wawali yang juga menggeluti Bisnis Pengisian BBM dan apothek itu berharap mudah-mudahan kedepan angka 99 memberikan arti yang luar biasa, dinilai menjadi seratus.

“Mari bersama kita dukung terciptanya pelayanan terpadu satu pintu Kementerian Agama Kota Surakarta sehingga dapat memberikan layanan publik yang unggul, sesuai dengan semangat reformasi birokrasi dengan menjalankan pelayanan yang sebaik-baiknya,” tutupnya.

Berikut tanggapan masyarakat  dengan PTSP di Kemenag.“ Ya kami menanggapi  dengan baik. Karena pelayanan yang sudah biasa itu diharapkan bisa lebih baik,”  ujar Baehaqi, Wakil KBH Al Mabrur Kota Surakarta, ketika ditemui di serambi Masjid Kemenag usai mengikuti launching PTSP.

Lebih lanjut Baehaqi mengatakan bahwa dengan layanan satu pintu itu kita tidak perlu banyak direpotkan oleh pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dilakukan pegawai Kemenag pada saat masuk .

Apalagi, katanya, disitu sudah ada antrian. Begitu saya sudah masuk tidak curiga bahwa saya sudah datang pertama kok tidak dilayani yang pertama. “Saya merasa bangga saja karena pelayanan di KBH bisa lebih cepat,” ungkap Baehaqi mengakhiri pembicaraanya dengan PAI News.

Hal  senada disampaikan Aji Syaifurrohman , sekretaris IPHI Surakarta.“Mestinya dengan semua sistem pelayan satu pintu itu mempermudah jamaah. Kalau dulu, jamaah masih berputar kesana dan kesini. Lha  dengan satu pintu itu pelayanan jamaah mestinya harus  lebih mudah dan lebih ramah,” terangnya.

Kalau dulu, katanya, memang sering miskomunikasi. Tapi kalau sekarang alhamdulillah sudah baik.

“Saya kira ini keuntungan yang besar untuk jamaah,” terang Aji, yang sudah lama bermitra dengan Kemenag.

Dari kalangan perbankan, Muhammad Agus Nugroho menyatakan ini inovasi yang baik, karena memudahkan masyarakat salah satunya dalam pengurusan pendaftaran haji. 

“Bagus sekali. Karena itu nanti memudahkan buat  masyarakat, dalam mengurus segala perijinan ataupun yang berkaitan dengan siskohat, haji lebih cepat dan lebih mudah,” katanya .

Agus mengutip pernyataan Kakanwil Kemenag Provinsi, Farhani, pihak Kemenag juga harus proaktif. Begitu urusan selesai bisa langsung dikabarkan kepada pengguna. (rma/Wul)