Puncak Suroloyo, Spot Alternatif Rukyatul Hilal

Mungkid – Puncak Suroloyo di Perbukitan Menoreh menjadi objek survey lokasi Rukyatul Hilal atau kegiatan melihat bulan sabit Tim Hisab Rukyat (THR) Kantor Kemenag Kab. Magelang, Selasa, (20/03).

Anggota Tim Fathurrohim, yang merupakan kepala KUA Kec. Tempuran menyampaikan melalui media sosial bahwa dalam satu tahunnya minimal dua kali melakukan kegiatan rukyatul hilal yaitu menjelang Ramadhan dan menjelang Syawal.

“Selama ini Tim Hisab Rukyat Kankemenag Kab Magelang bergabung dengan BHRD (Badan Hisab Rukyat Daerah) Kab. Purworejo yang menyelenggarakan rukyatul hilal di Pantai Jatimalang atau Pantai Jatikontal Purworejo. Selama bertahun tahun itu pula belum pernah berhasil melihat hilal. Hal itu disebabkan karena pantai di selatan Purworejo itu berombak besar mengakibatkan terjadinya awan fatamorgana yang tebal sehingga menghalangi pandangan di atas ufuk,” kata Fathurrohim.

Fathurrohim menuturkan Timnya berusaha mencari alternatif lain yaitu dataran tinggi yang memungkinkan untuk melihat ufuk yaitu Puncak Suroloyo.

“Pilihan itu berdasarkan asumsi bahwa dari atas bukit awan fatamorgana relatif sedikit sehingga ufuk bisa terlihat lebih jelas. Di samping itu belajar dari banyak pengalaman pe-rukyat yang telah berhasil melihat hilal dari lokasi pegunungan,” paparnya.

Menurut Fathurrohim, Puncak Suroloyo merupakan tempat yang bagus karena lokasinya cukup tinggi yaitu 1.017 meter di atas permukaan laut.

“Kami berangkat untuk melakukan survey pada siang hari dengan target apakah dari lokasi kami dapat melihat ufuk tempat perkiraan terbenam matahari dan bulan atau tidak. Dengan menggunakan alat manual Hilal Tracker dan aplikasi Stellarium, hasilnya cukup memuaskan karena dari lokasi itu kami dapat melihat ufuk dan kami menyimpulkan bahwa Puncak Suroloyo insyaallah memenuhi syarat untuk dijadikan lokasi rukyatul hilal,” jelas Fathurrohim .

Anggota Tim Muhammad Hakim, menyampaikan bahwa sebenarnya rukyat daerah pegunungan memiliki keunggulan dibanding rukyat di daerah pantai, akan tetapi akses untuk menuju lokasi rukyat di pegunungan tidak semudah akses ke daerah pantai.

“Akses jalan menuju lokasi rukyat di daerah pegunungan tentu tidak semudah akses jalan ke lokasi rukyat di daerah pantai. Meskipun demikian, usaha ekstra tersebut perlu dilakukan untuk mendapatkan lokasi rukyat yang ideal,” kata Muhammad Hakim.

Muhammad Hakim melanjutkan bahwa berbagai inovasi di bidang rukyatul hilal perlu terus dilakukan, dengan terus mengeksplorasi lokasi rukyat yang lebih ideal. Inovasi dan terobosan baru rukyatul hilal merupakan bagian penting bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat di bidang penentuan awal bulan Hijriyah, khususnya untuk penentuan awal Ramadlan dan awal Syawal yang menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat.

Tim Hisab Rukyat akan melakukan survey selanjutnya untuk memastikan Puncak Suroloyo untuk kegiatan rukyatul hilal sehingga dapat dipastikan sebagai lokasi yang representatif untuk kegiatan Rukyatul Hilal.

“Kami juga sudah menemukan spot lainnya di  dusun Sinampan, Desa Sukomamur, Kecamatan Kajoran,” tukas Fathurrohim. (fat/am/bd)