Purbalingga Launching 125 Buku Karya Guru

Purbalingga – Menjalani hidup sebagai seorang berprofesi guru, tidak selamanya mulus sesuai harapan dan cita-cita. Seorang guru acap kali terjebak dalam sebuah mindset warisan masa lalu.  Dengan demikian, wajib hukumnya seorang guru memberdayakan diri untuk menetaskan  kreatifitas dan inovasi tinggi. Tidak mudah mengubah mitos yang terlanjur melekat. Sebelum mitos terbukti harus dipersiapkan senjata untuk menaklukannya. Hal tersebut diungkapkan penulis buku “Hidupku Terbelenggu Mitos”, Anita Sumadi (37) di Pendopo Dipokusumo saat Launching dan Bazar Buku Karya Guru Kabupaten Purbalingga, Senin (01/10).

Dengan bahasanya yang tegas, Anita Sumadi yang juga guru MIN 3 Purbalingga menceritakan alasan penulisan buku tersebut.

“Tidak selamanya anak yang nakal itu bodoh. Tidak selamanya pula orang tua cerdas, anak juga cerdas. Ini contoh mitos yang ada di dunia madrasah. Di sini, peran guru sangat berpengaruh dan menjadi problem solver bagi peserta didik dalam memecahkan mitos tersebut,”ujar Anita.

Anita menuturkan, ia mengikuti pelatihan penulisan buku yang diselenggarakan PGRI Kabupaten Purbalingga bersama 530 peserta lainnya selama dua hari. Usai pelatihan tersebut ia memerlukan waktu satu bulan untuk menulis sebuah buku. Buku pertamanya terbit November 2017 lalu.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Sarjono dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan launching 125 buku karya 99 penulis yang difasilitasi Pemda tersebut adalah sebuah kegiatan spektakuler. Kegiatan tersebut juga memberikan tempat yang layak sekaligus apresiasi dan motivasi bagi guru penulis.

“Tujuan penyelenggaraan launching buku ini adalah untuk memperkenalkan guru penulis sekaligus buku karya mereka. Mengapresiasi para guru penulis dengan memberi tempat yang layak sekaligus memotivasi para guru tidak hanya guru di lingkungan Pemkab tetapi juga guru di lingkungan Kementerian Agama,” jelasnya.

Menyambut ajakan Sarjono, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono pun mengapresiasi para guru penulis yang telah melahirkan karya besarnya.

“Menulis bukan pekerjaan yang sulit. Menulis adalah wujud  kreatifitas nyata. Terbukti guru madrasah pun mampu dan tidak kalah dengan guru di sekolah lainnya. Semoga event ini dapat memotivasi para guru madrasah untuk menulis seperti yang sudah dirintis oleh ke-5 guru madrasah kita,” tegas Karsono.

Dari 125 buku yang di-launching tersebut, ada 5 buku karya guru madrasah di lingkungan Kankemenag Kabupaten Purbalingga. Yaitu: Menanti Terbitnya Sang Mentari (Hilal Darsono, Kepala MIM Kembaran Wetan), Sekolah Inspirasi (Prastiyo Budi Santoso, Guru MI P2A Cendana), Hidupku Terbelenggu Mitos  (Anita Sumadi, Guru MIN 3 Purbalingga), Pribadi Ideal Anakku  (Mugi Rahayu, Guru MIN 3 Purbalingga) dan The Power Of Limitation  (Waryadi, Guru MA Minhajut Tholabah).  (sar/gt)