Purbalingga Sosialisasikan EMIS 4.0 kepada Operator Madrasah

Kasi Pendidikan Madrasah Sudiono memberikan sambutan pengarahan pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi EMIS 4.0 di Aula Uswatun Khasanah.

Purbalingga – Revitalisasi dan pengembangan untuk dapat menghadirkan sistem yang lebih baik dan lebih andal dengan dukungan teknologi yang lebih mutakhir terus dikembangkan Kementerian Agama. Hal tersebut dikemukakan Kasi Pendidikan Madrasah Sudiono pada Rakor Pendidikan Madrasah di Aula Uswatun Khasanah Purbalingga, Selasa (16/11/2021).

Mengutip pernyataan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Ishom, kepada 53 Operator MTs/MA yang diundang pada kegiatan tersebut Sudiono menjelaskan, Education Management Information System (EMIS) 4.0 sudah mulai dirilis pada April 2021 untuk pemutakhiran data pendidikan agama dan keagamaan.

Menurutnya, aplikasi EMIS 4.0 akan mempermudah kerja operator madrasah. Apalagi disadari bahwa kerja operator madrasah tidak mengenal waktu, berbeda dengan guru dan para pegawai lainnya yang memiliki jam kerja tertentu.

“Bisa jadi surat sampai tidak pada jam kerja madrasah, bisa juga aplikasi tertentu hanya dapat diakses pada waktu-waktu tertentu saja karena banyaknya pengguna, permasalahan stabilitas jaringan internet dan lain-lain,” ujarnya.

Mengingat pentingnya peran operator di madrasah, Sudiono meminta para operator yang hadir untuk menyampaikan kepada Kepala Madrasah selaku Kuasa Pengguna Anggaran agar memfasilitasi operator madrasah masing-masing. Sehingga diharapkan kinerja seluruh operator madrasah semakin optimal.

Ia mengungkapkan, penggunaan EMIS 4.0 merupakan agenda dari pusat, mengingat banyak permasalahan yang muncul sebelum EMIS 4.0 diluncurkan.

“Di antaranya system yang masih terfragmentasi, proses masukan data yang tidak sesuai, sulitnya akses ke server EMIS dan penggunaan data yang kurang optimal,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil audit Akurasi Data EMIS Tahun 2020 terdapat beberapa temuan serta saran perbaikan. Di antaranya perbaikan infrastruktur  terkait keamanan, peningkatan kapasitas, dan sitem pengaduan.

Sudiono juga menegaskan bahwa nantinya presensi / absensi guru dan tenaga kependidikan (PTK) akan terhubung secara langsung dengan SIMPATIKA.

“Hal tentu menuntut guru dan pegawai di madrasah untuk menjaga atau meningkatkan kedisiplinan,” tandasnya.*(sar/bd)