Qurban untuk kepedulian dan kebersamaan

Semarang – Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), hal tersebut menginsipirasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf untuk dapat melaksanakan penyembelihan hewan qurban.

“Tahun ini Alhamdulillah Kanwil dapat melaksanakan kembali untuk menyembelih hewan qurban sebanyak 1 sapi dan 23 kambing, 1 sapi dan 3 kambing merupakan hasil dari shohibul qurban kanwil sedang 20 kambing yang lain merupakan hasil sumbangan Yayasan Pondok Pesantren Solaimaniyah Semarang. Dalam pelaksanaannya sapi qurban diserahkan kepada panitia qurban Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk disembelih dan disalurkan di MAJT, sedang 23 kambing disembelih dilingkungan Kanwil”, demikian disampaikan Drs. H. A. Saifulloh, M.Ag selaku pelaksana tugas Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf dan juga sebagai ketua panitia qurban.

Saifulloh menambahkan bahwa “Daging kambing yang diqurbankan akan disalurkan kepada para pemohon daging qurban khususnya dari panti asuhan dan pondok pesantren di wilayah Kota Semarang dan selebihnya kepada para outsourcing, petugas keamanan, honorer di lingkungan kanwil”.

Yayasan Pondok Pesantren Solaimaniyah yang diwakili oleh Ustadz Mustofa dalam sambutannya menjelaskan bahwa “United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) merupakan Yayasan Pusat Budaya Islam Indonesia yang dibentuk oleh beberapa orang Turki dan Indonesia secara sukarela pada tahun 2005 dan sejak tahun 2011 telah berkembang menjadi 8 cabang yang tersebar di 3 pulau di Indonesia. Tujuan dibentuknya yayasan ini adalah agar yayasan dapat menyampaikan bantuan dari para dermawan yang ada di Turki maupun di Eropa pada warga Indonesia yang membutuhkannya”.

“Terkait dengan hewan qurban yang diserahkan kepada Kanwil Kemenag Prov. Jateng untuk disembelih dan dagingnya ditasyarufkan kepada masyarakat yang membutuhkan, UICCI sebagai yayasan yang mendapatkan kepercayaan dari warga muslim Eropa untuk mendistribusikan hewan qurban mereka ke masyarakat Indonesia”, lanjut Mustofa.

Acara penyembelihan hewan qurban tersebut dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha H. Andewi Susetyo, SH yang dalam hal ini mewakili Kakanwil yang berhalangan hadir.

Ucapan terima kasih kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Solaimaniyah yang telah kontribusi nyata terhadap syiar agama islam di Indonesia pada umumnya dan Kota Semarang pada khususnya, berupa bantuan hewan qurban serta didistribusikan kepada masjid-masjid, pondok pesantren, yatim-piatu di Semarang, termasuk Kanwil mendapat bantuan 20 ekor kambing.

“Jika niatan ini tertanam pada hati masing-masing muslimin yang mampu dan ridho untuk diwujudkan dalam qurban tentu akan membawa dampak sosial yang luar biasa terlebih jika pentasyarufannya disalurkan kepada mereka-mereka yang benar-benar membutuhkan seperti fakir miskin, yatim-piatu dan kaum dhuafa”, ucap Andewi membuka acara tersebut.

Andewi menambahkan “semoga dengan qurban ini akan lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita serta mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, kedepan kita berharap hewan qurban yang disembelih bisa meningkat. Semangat berqurban merupakan sesuatu yang tumbuh atas kerelaan dan qurban merupakan sarana pendekatan diri kita kepada Allah juga diharapkan mampu mempertajam tingkat kepedulian kita terhadap sesama, menjadi inspirasi kita untuk meningkatkan kesejahteraan dan harapan menuju umat yang baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur”.

“Kerja sama ini merupakan kali kedua UICCI melalui Yayasan Pondok Pesantren Sulaimaniyah dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mendistribusikan hewan qurban, semoga kedepan jalinan kerja sama yang baik ini senantiasa terbina untuk kepentingan umat”, kata Beliau dalam mengakhiri sambutannya.

Selanjutnya setelah penyerahan kambing qurban, Ustadz Mustofa beserta rombongan didampingi para Pejabat dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyaksikan prosesi penyembelihan kambing-kambing qurban tersebut yang kemudian akan dibagi dalam bungkusan-bungkusan untuk ditasyarufkan kepada masyarakat sekitar. (gt)