RA Palma Surakarta Mengudara Bersama RRI Surakarta

Surakarta – Keberuntungan kali ini berpihak kepada RA Palma Surakarta. Selesai latihan selama tiga pekan, kemudian menawarkan  sebagai pengisi acara di RRI Programa 1 Surakarta dan diterima. Padahal, biasanya untuk sekolah PAUD/TK/RA  harus mengirimkan surat terlebih dahulu tiga bulan sebelum siaran.

Demikian disampaikan Endah, salah seorang guru RA Palma Surakarta ketika dimintai tanggapannya atas terpilihnya RA Palma Surakarta sebagai pengisi acara di RRI Programa 1 Surakarta, Selasa (19/3) sore.

Agar penampilannya tidak mengecewakan para pendengar, katanya, telah diadakan persiapan yang  matang mulai dari membuat script sendiri, latihan anak-anak yang sudah bagus, dan tertib.

Rencananya,lanjut Endah, pada siaran dunia anak tersebut akan didukung sembilan siswa dan enam guru. Salah satunya, Singgih, pengiring instrumen dari Padepokan Seni Sarotama.

Pengambilan suara, menurutnya, dilakukan di salah satu ruangan siaran yang ada di gedung Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta. Paket acara ini, katanya, menyasar pada anak-anak usia dini sebagai pendengar setia Pro 1 RRI Surakarta.

“Untuk memberikan pengetahuan, hiburan dan informasi tentang anak dengan materi siaran yang mendidik dan menghibur,” imbuhnya.

Endah, salah satu pengarah acara menjelaskan bahwa siaran dunia anak ini berdurasi 45 menit. Direkam pada Senin dan Selasa.

“Rencananya akan disiarkan rutin setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 10.15 di 101 FM Pro 1 RRI Surakarta,” terangnya.

Ia menambahkan,  sebelum Maret 2019, acara Dunia Anak disiarkan secara langsung. Akan tetapi, dengan adanya peraturan baru dari RRI Pusat, acara tersebut diputuskan untuk siaran tunda dan disiarkan pada Sabtu dan Minggu.

Dalam rekaman siaran dunia anak ini, siswa RA Palma menampilkan doa-doa harian, surat-surat pendek, cerita Nabi, cara talqin hafalan ayat, hadits, dongeng, dan lagu-lagu islami.

“Supaya siaran dunia anak ini terasa hidup dan lebih ceria, RA PALMA bekerjasama dengan Bapak Singgih dari Padepokan Seni Sarotama sebagai pengiring instrumen siaran,” pungkasnya. (iba-rma/bd)