RA Perwanida Peringati Harlah Yang ke-43 Dengan Istighosah dan Berbagai Lomba

Jepara – Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam hal ini RA Perwanida menyelenggarakan Peringatan Harlah RA Perwanida yang ke – 43 di Aula Kelas RA Perwanida Jepara, Senin (14/01). Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara beserta Kasi Pendidikan Madrasah, Kepala RA beserta dewan guru, serta para wali murid yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir.

Peringatan Harlah yang ke-43 RA Perwanida tahun ini dilaksanakan dengan khidmad dan sederhana. “peringatan tahun ini kami mengadakan doa bersama dan Istighosah serta berbagai lomba menarik untuk siswa dan juga wali murid. Untuk siswa kami mengadakan lomba melengkapi gambar yang telah disediakan di dalam kotak. Dan untuk wali murid kami mengadakan lomba memasak” ujar Sa’adah. Kepala RA Perwanida.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Nor Rosyid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru dan wali murid harus waspada akan sisi negatif dari perkembangan teknologi yang bergitu masif di masyarakat.

“di era digital seperti sekarang banyak kegiatan yang terbantu menggunakan smart phone atau handphone. Pada awalnya handphone hanya untuk komunikasi. Namun semakin kebelakang handphone menjadi alat tak terpisahkan dari manusia. Semua kegiatan manusia terhubung ke handphone”.Ucap Nor Rosyid

Bahkan kini harganya pun banyak yang terjangkau dan tidak dipungkiri hampir jarang masyarakat yang tidak memiliki smart phone. Selain banyak manfaatnya, handphone juga punya sisi negatif. Terutama untuk anak-anak usia produktif.

“Anak-anak paling sensitif dan rentan akan pengaruh barang baru. Dimasa pertumbuhan, mereka sangat cepat menyerap segala hal yang ada disekitarnya. Oleh karena itu orang tua haruslah pintar-pintar menjaga buah hati dari efek negatifnya smart phone. Apalagi ketika pengaruh ini telah berubah menjadi candu seperti maniak game,” katanya.

Sebagai penutup, Nor Rosyid, mendoakan para guru semoga bisa selalu sehat jasmani dan rohani, dan semakin meningkatkan kualitas pengajarannya dalam mencerdaskan anak bangsa sehingga bisa menjadikan penerus bangsa yang berkualitas iman dan taqwanya. (fm/bd)