Rakor Guru Katolik Kabupaten Temanggung

Temanggung – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung melalui  Penyelenggara Katolik menggelar rapat koordinasi bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah guru Katolik se-Kabupaten Temanggung, Kamis  (18/11).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, H. Ahmad Muhdzir dalam sambutan pembukaanya mengatakan semua warga Indonesia berhak mendapat pendidikan, karena pilar kita adalah Pancasila dan UUD 1945.

“Sebagai pendidik perlu meluruskan pada semua peserta didik / masyarakat bahwa semua agama sama. Semua ajaran dari agama apapun tetap mengajarkan jiwa toleransi / menghormati terhadap pandangan beragama,“ ujarnya.

Lehih lanjut dikatakan seseorang yang berjiwa moderat akan mengedepankan diskusi, anti kekerasan mengedepankan kedamaian. Beliau meminta kepada segenap guru dan penyuluh untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi  Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan hidup umat beragama. Upaya tersebut bisa dilakukan dengan penguatan moderasi beragama yang menjadi salah satu fokus kinerja Kementerian Agama.

Ahmad Muhdzir mengatakan, penguatan moderasi merupakan hal yang signifikan untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Indonesia mempunyai beragama suku, bahasa dan agama, namun bisa hidup rukun berdampingan.

“Kerukunan di Indonesia ini banyak dikagumi oleh negara lain. Mereka menilai, Indonesia luar biasa karena belum ada hal yang bisa memecah belah NKRI. Padahal keberagaman suku, ras dan agama sangat berpotensi untuk perpecahan,” jelasnya.

Oleh karena itu beliau menghimbau kepada segenap guru Katolik untuk berpartisipasi merawat keberagaman tersebut dengan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kita harus bisa menjadikan keberagaman sebagai sumber persatuan. Bukan sebagai sumber perpecahan dan peperangan. Anggap saja keberagaman ini layaknya makanan yang sedap. Sedapnya itu karena unsur rempah dan bumbu yang bermacam-macam,” ujarnya.

Diakhir pembianaannya Kepala Kemenag mengharapkan pada guru yang berada pada Yayasan Katolik untuk tetap menggelorakan dalam rangka merawat kebhinekaan dan semoga anak didik kita akan menjadi generasi yang smart punya dedikasi dan semangat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.(sr/rf)