Rakor Pejabat Katolik Sebagai Evaluasi

Semarang (Bimas Katolik) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini Bimas Katolik menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pejabat Katolik, kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farahani,  rakor diikuti 60 orang pejabat Katolik se-Jateng, kegiatan  dilaksanakan di hotel Agro Wisata salatiga belum lama ini.

Mengawali sambutannya Farhani mengatakan ,“Anggaran yang meningkat dan dilaksanakan sesuai peraturan dapat meningkatkan citra Kementerian Agama”, dengan kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengenali kelemahan dan kendala demi perbaikan di masa datang. ucapnya.

Farhani juga memberikan semangat yang meneguhkan kepada peserta tentang beda pendapat dalam setiap rapat  “Bahwa perbedaan  itu indah dan hendaknya menjadi kekuatan untuk bersatu dalam keanekaragaman dalam melayani masyarakat”. imbuhnya

Beliau juga merasakan keprihatinannya atas meningkatnya angka perceraian di antara Guru Agama yang dapat menurunkan citra Kementerian Agama. Dan yang lebih penting menurut Farhani adalah Pejabat Kementerian Agama hendaknya mampu menjadi perekat di antara keanekaragaman yang ada di masyarakat dan bukan sebaliknya menjadi provokator yang merusak sendi-sendi kehidupan beragama, imbuhnya.

Farhani menegaskan bahwa “Kementerian Agama ada karena merupakan kebutuhan negara, maka kita sebagai pemangku di Kementerian Agama harus dapat mengukir prestasi sebagai bentuk kebanggaan kita sebagai aparatur Kementerian Agama”, tegasnya.

Pembimbing Masyarakat Katolik Kanwil Kemenag Prov Jateng Sulardi Paulinus, selaku ketua Panitia memberikan nasehat atau pitutur Jawa kepada peserta : “Nalika dadi Aparatur. Prasetya siaga dadi batur. Kudu ngaturké pitutur jujur. Ngudi dalan sing luhur. Suba-sita kudu diatur. Mergi urip ora bisa diawur. Mula wajib akur karo sedulur, lan Munjuk syukur marang Gusti Engkang Mahaluhur”. ujarnya

Dan akhirnya sulardi berseloroh dalam mengelola kegiatan, data yang valid sangat dibutuhkan agar anggran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya. (heriSun/bd)