Rakor Penyuluh Agama Kristen Targetkan Penyuluh yang Humanis

Semarang – Kondisi masyarakat yang berubah dengan cepat dewasa ini mengharuskan Penyuluh Agama mempunyai kompetensi, wawasan dan pengembangan diri. Sebagai penyampai ajaran agama yang langsung berhadapan dengan mayarakat penyuluh agama harus dapat menstransfer nilai-nailai agama dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Demikian disampaikan Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Julius Bambang dalam Rapat Koordinasi Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Kota Semarang. Kegiatan berlangsung di GJKI Jemaat Shalom Delikrejo, Tembalang Kota Semarang, Selasa (09/10).

Rakor menekankan kewajiban menyusun materi bimbingan dan penyuluhan, diikuti oleh Gara Kristen, penyuluh agama Kristen PNS (2 orang) dan nonPNS (10 orang). “Materi bimbingan disamping untuk keperluan administrasi pelaporan juga untuk kesiapan dalam melaksanakan tugas,” terang Julius Bambang.

Julius meminta agar rakor Penyuluh Agama Kristen diadakan rutin 2 mingguan. Diharapkan dengan rakor semua Penyuluh dapat saling berbagi pengalaman bertugas, bertukar informasi dan koordinasi.

“Dengan sering bertemu antar penyuluh, banyak hal yang diperoleh. Misalnya sharing bagaimana cara mengatasi dan menghadapi kendala yang ada di wilayah binaan masing-masing,” ujarnya mencontohkan.

Menurutnya, salah satu tugas penyuluh agama adalah mengumpulkan data dan mengidentifikasi potensi wilayah kelompok sasaran binaan.

“Masing-masing penyuluh harus mempunyai pendataan tempat ibadah dan jumlah guru Sekolah Minggu,” ujar Julius.

Rakor juga diisi dengan sosialisasi hasil diklat penyuluh agama nonPNS diikuti oleh Darmini dan Adi Purnomo beberapa waktu lalu. Darmini memaparkan pentingnya materi wawasan kebangsaan, penanaman rasa cinta tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia sebagai salah satu materi penyuluhan kepada warga binaan.

“Contoh sederhana wujud rasa cinta dan bangga sebagai bangsa Indonesia adalah peduli terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan mencintai produk dalam negeri. Juga selalu bangga terhadap budaya Indonesia,” terang Darmini.

Sementara Adi Purnomo menyampaikan tema komunikasi dalam penyuluhan. Ia menjelaskan proses komunikasi dan berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi. “Banyak hal yang bisa disampaikan dalam penyuluhan, tidak hanya masalah agama semata tetapi juga masalah yang ada di sekitar kehidupan kita baik di rumah, gereja dan masyarakat,” pungkas Adi.(rus-ch/gt)