Rakor sebagai Evaluasi Internal untuk Peningkatan Kinerja

Semarang – Memasuki bulan Desember di penghujung tahun 2016, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kepala Subbagian Tata Usaha se-Jawa Tengah. Dilatarbelakangi keinginan mewujudkan perbaikan capaian kinerja, peningkatan fungsi administratif utamanya dalam hal pelaporan dan pengendalian internal dalam pelaksanaan setiap kegiatan, maka diperlukan koordinasi baik ditingkatan daerah, kanwil hingga pusat.

Dengan menghadirkan narasumber langsung dari Kementerian Agama RI seperti Inspektur Jenderal, Kepala Biro Keuangan & BMN, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana serta Kepala Biro Kepegawaian rapat koordinasi diselenggarakan di Hotel Grasia Semarang selama dua hari mulai Kamis (08/12) hingga Jumat (09/12). Diharapkan peserta yang antara lain Kepala Subbagian Tata Usaha pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Kepala Subbagian pada Bagian Tata Usaha dan Kepala Seksi Informasi pada masing-masing Bidang di Kanwil dapat mendapatkan pencerahan terkait kebijakan baru serta mengkonsultasikan kendala dan permasalahan yang dihadapi pada lingkungan kerja masing-masing.

Kepala Bagian Tata Usaha Andewi Susetyo berharap agar pelaksanaan rakor ini mampu mencapai pada 4 hal yang menjadi sasaran utama, yakni ;

  1. Melakukan evaluasi terhadap capaian serapan anggaran khususnya pada kegiatan prioritas pemerintah,;
  2. Mempersiapkan terhadap audit laporan keuangan tahun 2016 oleh BPK RI,;
  3. Menyamankan persepsi terkait regulasi pembinaan ASN, perencanaan dan pengelolaan keuangan serta ketatalaksanaan, dan;
  4. Menyiapkan seluruh instrumen pelaporan wajib.

“Kegiatan ini para peserta akan difokuskan untuk lebih banyak berdiskusi langsung dengan narasumber, terkait dengan segala kendala dan permasalahan yang dihadapi langsung oleh masing-masing unit kerja, serta langsung mendapatkan pencerahan dan jalan keluarnya. Sehingga mantab dalam melaksanaan program kerja serta terhindar dari perasaan was-was jika salah atau melanggar aturan yang berlaku,” tegas Andewi memberikan poin-poin yang akan dicapai dalam rakor tersebut.

Menyinggung masalah kelemahan dalam pelaporan, Andewi berharap kepada seluruh Kasubbag TU yang hadir untuk segera mencermati titik-titik mana yang masih ditemukan kelemahan dan segera merumuskan jalan keluar terbaik dalam rangka perbaikan, peningkatan dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel melalui penyajian pelaporan yang tepat, akurat dan tepat waktu. (gt/gt)