Ramadhan Moment Peningkatan Kualitas Interaksi Sosial

Batang – Kultum usai Shalat Dhuhur Edisi hari ke 28  atau hari terakhir masuk kerja selama Ramadhan di Musholla Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang diisi singkat oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kecamatan Batang, Slamet Hasanudin pada Senin, (10/05). Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, H. M. Aqso, para Kasi, Penyelenggara Zakat Wakaf dan ASN Kemenag Batang.

H. M. Aqso menjelaskan bahwa dalam rangka meramaikan bulan Ramadhan dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para ASN, pihaknya mengadakan kegiatan kultum Ramadhan usai shalat dhuhur berjamaah yang diisi oleh para Penyuluh Agama Islam.

“ Saya memang mencanangkan selama bulan Ramadhan kita melakukan solat berjamaah dilanjutkan kultum yang diisi oleh para Penyuluh kita, harapanya selain kita mendapatkan pahala dari solat berjamaah itu, kita juga dapat menambah wawasan baru yang disampaikan secara bervariasi oleh para penyuluh,” kata H.M. Aqsho.

Dalam ceramahnya Slamet Hasanuddin mengatakan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum peningkatan kualitas interaksi sosial. Interaksi sosial akan menjadi semakin baik manakala kita bisa mengelola hati kita. Menyampaikan pesan Imam Al Ghazali, Tokoh Filusuf dan teolog muslim yang lahir pada 1058 M di Iran dalam  Kitab Bidayah Al Hidayah, Slamet Hasanudin mengutip singkat tiga sifat yang apabila bisa dihindari maka akan bisa mengetahui cara untuk menjauhkan diri dari sifat tercela lainnya.

” Tiga penyakit hati itu antara lain hasad (dengki), riya (pamer dan berbuat baik karena ingin dipuji orang lain), dan ujub (angkuh, sombong dan berbangga diri). Imam Al Ghazali menyampaikan, umat muslim harus bersungguh-sungguh menghindari dan membersihkan hati dari sifat hasad, riya, dan ujub. Apabila tiga sifat tersebut bisa dihindari maka akan bisa mengetahui cara untuk menjauhkan diri dari sifat tercela lainnya,” jelasnya.

Dia menambahkan sebaliknya, apabila tidak bisa menyucikan hati dari sifat hasad, riya dan ujub. Maka tidak akan mampu menghadapi sifat tercela lainnya yang muncul dalam hati.

Di akhir penjelasannya, Slamet Hasanudin menyimpulkan dan mengajak para jamaah untuk menfaatkan moment Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini untuk introspeksi diri,

” Marilah kita tingkatkkan kualitas interaksi sosial kita dengan menninggalkan penyakit hati tersebut sehingga bisa meraih derajat takwa, Karena status kita disisi Allah hanya ditentukan dengan tingkat ketakwaan kita ,”pungkasnya. ( Hasanudin/ Zy)