Rambut Tak Rapi, Puluhan Siswa Ini Dirazia

Rembang — Minggu pertama masuk sekolah, suasana di MTs N 4 Rembang tampak berbeda. Saat jam istirahat pertama 09.45 WIB – selesai, puluhan siswa tampak antri di ruang lobby depan madrasah, untuk menunggu panggilan dari guru Bimbingan dan Konseling untuk cukur rambut. 
Pihak madrasah mengundang tukang pangkas rambut profesional untuk memangkas rambut siswa yang tidak memenuhi standar. Kegiatan ini pun disambut baik oleh siswa.
Siswa yang rambutnya tidak rapi tampak duduk berbaris sambil kadang-kadang menunjuk temannya yang lewat. “Itu rambutnya juga sudah panjang pak,” ucap salah satu di antara mereka.
Bapak dan Ibu guru jauh-jauh hari sebelum liburan semester gasal sudah memberikan informasi bahwa saat liburan dan masuk pasca liburan madrasah, siswa tetap berpenampilan rapi dengan tampilan rambut juga rapi. “Atas dasar itu, MTs N 4 Rembang mencoba menanamkan sikap disiplin, yaitu kerapian rambut agar penampilan siswa rapi,” kata Masrum, Kepala MTs N 4 Rembang.
Abdul Qodir selaku guru BK mengungkapkan, program ini  sebagai salah satu langkah soft approach, tidak semata-mata razia, pemberian punishment atau sanksi-sanksi (dipotong sembarangan), tetapi dengan pendektan yang berbeda.

” Terkadang siswa yang merasa rambutnya tidak rapi lari atau bersembunyi dengan berbagai alasan saat mau dipangkas,” kata Qodir.
Selamet Wijiono, salah satu siswa kelas 9 yang ikut cukur rambut, mendukung langkah-langkah seperti di atas, karena merasa tidak dipaksakan dan lebih enjoy. – dwi/iq/bd