Rapat Koordinasi Pengelolaan Data Bimas Katolik kementerian Agama Kabupaten Wonosobo

Wonosobo – Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo gelar Rapat Koordinasi pengelolaan data Bimas Katolik Kabupaten Wonosobo, Kamis (05/04) kemarin.

Rapat berlangsung selama 1 hari di RM Bugisan Wonosobo dan diikuti sedikitnya 11 orang yang terdiri dari penyelenggara Katolik, perencana kegiatan, pengelola DIPA Katolik beserta staf, guru ASN Kemenag dan Penyuluh Agama Katolik Non PNS. Selanjutnya dalam rapat tersebut juga turut menghadirkan 2 Narasumber, yakni Budi Utomo dan Budi Haryanto.

Berdasar pada DIPA – 025.06.2.417285/2018, sebelumnya penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo juga telah melakukan Rakor pengelolaan data Bimas Katolik tahun 2018, tertanggal 5 Desember 2017 tahun lalu. 

Sementara itu, menurut Kasi Bimas Katolik, Zan Budi  menyebutkan, Rapat digelar untuk menindaklanjuti Rakor yang telah dilaksanakan pada Desember yang lalu sekaligus untuk menunjang Bimas Katolik dalam mengumpulkan data yang valid terkait jumlah pemeluk agama Katholik dan lembaga pendidikan Katholik.

“Kegiatan dilaksanakan dengan maksud agar Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo memiliki data yang valid terkait jumlah pemeluk Agama Katolik dan data kependidikan yang mencakup siswa dan guru yang beragama Katolik di Kabupaten Wonosobo karena saat ini data tersebut khususnya jumlah umat beragama Katolik dirasa kurang valid,” jelasnya.

Selanjutnya, selain koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan, pada Rapat yang berlangsung kurang lebih selama 5 jam tersebut, narasumber sekaligus juga perencana kegiatan Budi Haryanto singgung soal hal- hal teknis berkaitan dengan pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Wonosobo saat ditemui sekaligus yang mempunyai hak Kuasa Pengguna Anggaran menegaskan kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan agar berkerja secara maksimal demi peningkatan data dan mutu pendidikan maupun keperluan yang sudah disepakati oleh  penyelenggara Katolik Kemenag Wonosobo.

“Pendataan yang valid memang sangat diperlukan, jangan sampai ada kejanggalan data yang tidak valid yang dipertahankan bertahun-tahun. Kemudian terkait DIPA pada Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, teruntuk pihak terkait yang sudah ditetapkan sekiranya bisa untuk bekerja secara maximal agar nantinya antara penggunana anggaran bisa menyeluruh dan tidak terjadi ketimpangan karena data yang tidak valid tadi,”jelas M Thobiq selaku Kepala Kemenag wonosobo.

Rapat ditutup usai pembahasan rampung dibahas. Kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama pada Pukul 13. 00 WIB. (Ps-ws/rf)