Rapat Koordinasi UNBN Dihadiri 200 Peserta Kepala MI

Wonosobo – Dalam rangka menghadapi Ujian Nasional beberapa waktu yang akan datang, Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo adakan kegiatan sosialisasi terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UNBN) MI Se Kabupaten Wonosobo yang diselenggarakan di Resto Ongklok Wonosobo Senin, (02/04) tadi.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama dan hadir  sebagai peserta yakni 200 Peserta perwakilan Kepala MI se Kabupaten Wonosobo.

Seno selaku ketua panitia Sosialisasi UNBN dalam sambutannya mengatakan maksud atau tujuan dari kegiatan ini yakni untuk membentuk persamaan persepsi tentang pelaksanaan UNBN.

“UNBN memang sudah semakin dekat, oleh karenanya dirasa perlu diadakan sosialisasi guna menyamakan persepsi terkait pelaksanaan UNBN juga sekaligus untuk mengetahui apa saja  teknis oprasional yang harus disiapkan dan diketahui serta antisipasi beberapa kendala yang muncul ketika pelaksanaan ujian nasional madrasah tahun 2018 ini,” ungkap Seno.

Kepala Kementerian Agama M. Thobiq , yang juga hadir dalam sosialisasi tersebut dalam mengawali sambutannya dengan melontarkan beberapa pertanyaan retorika untuk membagkitkan semangat peserta Sosialisasi.

“Selain orang tua dirumah yang berharap anaknya yang dititipkan pada lembaga pendidikan yang dipercayainya sangat berharap anaknya bisa sukses, selain anak didik yang tengah berusaha keras menyiapkan diri untuk meghadapi soal-soal UNBN, siapa yang paling gusar menghadapi ujian Nasional menurut audiens yang hadir disini ?” ucapnya.

Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan dari Kepala Kemenag Wonosobo tersebut, audiens seraya menjawab dengan kompak yakni Kepala Madrasah ibtidaiyah dan pihak lembaga . Pasalnya, lembaga Madrasah khawatir peserta didiknya tidak bisa menjawab dengan baik soal UNBN tersebut.

Selanjutnya menyambung dari pertanyaan tersebut, M Thobiq kembali menjelaskan bahwa kegusaran dan momentum UNBN tersebut bisa menjadi bumerang bagi Madrasah ketika ihtiar anak didik menjadi kendor.

“Apa yang dirisaukan oleh Madrasah, sama dengan yang kami rasakan saat salah satu lembaga di bawah naungan Kemenag Wonosobo harus menghadapi persoalan yang menyangkut langsung kepada kepercayaan masyarakat. Lantas apa yang harus kita persiapkan untuk menjawab persoalan tersebut ? Jawabannya adalah bagaimana Madrasah harus mampu menyiapkan dengan matang anak didiknya dijaman now untuk menghadapi UNBN. Oleh kerana mari kita bersama-sama lebih serius lagi memperkaya hasanah keilmuannya karena anak akan terus berkembang sesuai dengan zamannya dan kita juga harus mampu menjadi Teacher Jaman Now yang harus mampu mengendarai berbagai perubahan diera saat ini,” ujarnya.

Selanjutnya, dalam acara closing ceremony Ka. Kankemenag Wonosobo menampilkan tayangan motivasi implementasi tahfidz dimadrasah. Menurutnya, hal ini penting dilakukan agar madrasah kembali khithahya sebagai lembaga pendidikan yang bergerak dibidang ilmu keagamaan. Pihaknya juga berharap dukungan harmonis stakeholder baik internal maupun ekstenal sangat diharapkan karena madrasah tidak mungkin bisa berkarya inovasi dan akselerasi program pembelajar secara sendiri tanpa dukungan masing-masing steakholder. Ps-ws/rf