Ratusan Guru RA/BA Ikuti Pelatihan Senam Islam Ceria

Mungkid   – Ikatan Guru  Raudatul Athfal (IGRA) Kabupaten Magelang bekerjasama dengan INFECT (Information, Education and Communication Foundation) Indonesia menyelenggarakan pelatihan Senam Islam Ceria di Gedung Serba Guna KPRI Kokarda komplek Kantor Kemenag Kab. Magelang, Selasa (20/2).  Sebanyak 426 guru RA/BA antusias mengikuti pelatihan dibimbing instruktur Titis Sensussiana.

Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kab. Magelang Ngatmin, mengajak para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dengan ceria sesuai dengan nama senamnya, yaitu Senam Islam Ceria. “Mari kegiatan senam nanti dilakukan dengan hati yang ceria sehingga tujuan kegiatan sehat lahir batin dapat tercapai,” katanya.

Ngatmin mengapresiasi kegiatan tersebut dan menghimbau peserta untuk mengikuti senam dengan penuh semangat dan baik karena kesempatan ini adalah kesempatan yang luar biasa.

"Manfaatkan kesempatan untuk mengukuti senam ini dengan baik, kerena belum tentu tahun depan atau pada kesempatan yang lain akan ada lagi kesempatan seperti  ini" katanya.

Ngatmin berpesan agar Senam Islam Ceria bermanfaat untuk  membangun karakter  para Guru, melalui kesehatan jasmani dan rohani yang akan berimplikasi pada lancarnya pelaksanaan tugas mengajar.

Ngatmin berharap, setelah mendapat pelatihan para peserta dapat menyosialisasikan dan mengimplementasikan di lingkungan RA/BA masing-masing, Menurutnya, kegiatan senam akan berdampak positif pada diri dan lingkungan sekitar.

“Olah raga senam tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik namun juga berdampak positif pada psikis/rohani. Tumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani dengan sikap ceria, jangan mrengut," pesannya.

Panitia Kegiatan Siti Mustofiah, menyampaikan bahwa pembelajaran motorik dasar sangat penting diajarkan kepada para siswa sebelum memulai kegiatan belajar untuk merangsang keseimbangan dalam belajar.

“Senam Islam Ceria ini merupakan senam psikomotorik dasar. Pembelajaran motorik dasar ini bertujuan untuk mengembangkan urat, syarat, anggota tubuh seperti tangan dan kaki sehingga menjadi lentur. Dari gerakan yang paling dasar, sehingga anak merasa senang saat menerima pelajaran dari para guru,” katanya.  (at/am/bd)