Ratusan Guru Se KKMTs 01 Pati Digembleng Pembelajaran Abad XXI

Pati – Menindaklanjuti Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Kementerian Agama RI, nomor 5163 tahun 2018, Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 01 Kabupaten  Pati menyelenggarakan Seminar Pendidikan dengan tema Pembelajaran Abad XXI, Sabtu (16/02) di Gedung PGRI Kabupaten Pati.

Kegiatan yang diikuti 330 guru madrasah se KKMTs 01 Pati itu dibuka oleh Kepala Kankemenag Kab Pati, Imron Rosyidi. Imron menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap guru khususnya guru madrasah semakin tahun semakin membaik, terbukti pada tahun 2018 semua tunjangan fungsional guru dapat terbayarkan utuh 12 bulan, ini berkat kerja keras dan koordinasi kita bersama, bahkan guru yg telah mendapatkan inpassing juga telah terbayar lunas. Untuk itu dia meminta kepada seluruh guru di KKMTs 01 mau meningkatkan profesionalitas dan kinerjanya sehingga akan berdampak pada hasil proses di tingkat madrasah.

“Diperlukan guru yang profesional, yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang supercepat tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, dengan kompetensi global,” paparnya.

Dikatakannya lebih lanjut, walaupun teknologi informasi berkembang demikian cepat dan sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh, peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut. “Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik,” tegas KaKankemenag Kabupaten Pati.

Seminar yg menghadirkan narasumber DR Abdul Choliq, Dosen Dakwah UIN Walisongo Semarang, sangat menarik perhatian seluruh peserta, karena disajikan dengan metode interaktif. Seluruh peserta ikut terlibat dalam proses seminar, sesekali diadakan kuis tanya jawab, bahkan diberikan joke-joke yang bisa menjadikan peserta tertawa terpingkal pingkal, sehingga waktu yang begitu lama tidak terasa bagi peserta.

Menurut DR Abdul Choliq, Profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya. Termasuk pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak.

“Saat ini kurang bijak rasanya jika kita hanya menyalahkan dahsyatnya perkembangan teknologi informasi. Kita harus mampu mengarahkannya menjadi potensi positif alih-alih terkena dampak negatifnya. Terlebih, pada 2019, penetrasi revolusi industri keempat tersebut akan masuk semakin dalam ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan,” kata Choliq.

Selanjutnya, dalam rangka perluasan akses, pemerataan mutu, dan percepatan terwujudnya guru profesional, tahun depan Kemendikbud menerapkan Kebijakan Sistem Zonasi. Kebijakan itu diharapkan bisa mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air.
Sistem zonasi tersebut diharapkan memudahkan penanganan dan pengelolaan guru, mulai distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karir, dan penyaluran bantuan kegiatan.
“Tahun depan tidak ada lagi ribut pendaftaran siswa baru. Sebab, tiga bulan sebelum masuk sekolah bisa daftar sesuai zona. Tidak ada tes masuk sekolah,” tegasnya.

Choliq berharap perubahan zaman mendorong guru bisa menghadirkan pembelajaran abad ke-21. Yakni, menyiapkan peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif, serta mampu berkolaborasi.

“Hal tersebut tentu tidak akan bisa diwujudkan jika para guru berhenti belajar dan mengembangkan diri,” tegasnya.

Agus Siswanto, salah satu peserta yang datang paling awal mengatakan terkesan dan tertarik dengan seminar hari ini, walaupun datang 1 jam lebih dari waktu yang ditentukan, dia tidak merasa bosan mengikuti seminar kali ini. Kegiatan semacam ini sangat berarti, karena kita bisa mengetahui bagaimana cara mengajar yang baik, sehingga anak juga bisa menyerap ilmu yang kita sampaikan, “Mudah mudahan kegiatan semacam ini sering-sering dilakukan oleh KKMTs 01,” pintanya.

Ketua KKMTs. 01 Pati, Ali Musyafak dalam sambutan penutupannya merasa bersyukur atas terlaksananya kegiatan seminar dengan sukses dan lancar, semua itu berkat kerjasama yang baik semua pengurus dan kepala madrasah se KKMTs 01 Pati.

“Baru pertama kali KKMTs 01 menyelenggarakan kegiatan semacam ini, kami akan selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat bagi peningkatan mutu madrasah di KKM 01, mudah-mudahan dapat menyumbang investasi bagi perkembangan pendidikan di Kabupaten Pati pada umumnya,” tegasnya. (Am/Wul)