Rekruitmen PAI : Peserta Sangka Banyak Soal tentang Agama

Rembang – Ratusan peserta tampak serius mengerjakan soal-soal dalam tes seleksi penyuluh agama Islam yang digelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Rembang pada Minggu (20/11). Ada yang berbeda dari pelaksanaan tes seleksi tahun ini, karena aturannya lebih ketat, dan juga tipe soal yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Tes seleksi tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen No.2262/Dj.III.II/Kp.07.5/09/2016 Tanggal 6 September 2016 Tentang Rekruitmen Penyuluh Agama Islam Non PNS.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Rembang, M. Mahmudi MM mengatakan, tes seleksi ini diadakan secara profesional. Peserta dihadapkan pada soal-soal yang berasal dari Kementerian Agama RI.

“Secara umum, rekruitmen ini bertujuan untuk mendapatkan penyuluh agama Islam yang memiliki kompetensi ilmu keagamaan, kompetensi komunikasi, kompetensi sosial, dan kompetensi moral,” kata Mahmudi di sela-sela pelaksanaan tes.

Rekruitmen ini dilaksanakan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah tes tertulis pengetahuan umum (TPU) dengan durasi waktu 1,5 jam. Materi TPU berisi soal-soal pengetahuan agama, wawasan kebangsaan, dan peraturan perundang-undangan. Adapun seleksi tahap kedua adalah tes wawancara. Tes ini diadakan setengah jam usai pelaksanaan tes tertulis.

Ada yang menarik dari tes ini. Banyak peserta yang menyangka sebagian soal akan berisi tentang pengetahuan agama. Salah satu peserta, Sumidi mengungkapkan hal tersebut. “Kami kira akan banyak soal tentang agama, dan uraian mengenai pengetahuan agama, namun ternyata banyak juga yang mengenai pengetahuan umum,” akunya.

Peserta lain, Imam Burhanto mengatakan soal tes tertulis yang dirasa paling sulit adalah soal-soal peraturan perundang-undangan. Namun hal tersebut tidak membuat patah arang para peserta. Semua waktu yang disediakan berusaha dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk menjawab pertanyaan dengan benar.

Dari pertama pembukaan pendaftaran, sebanyak 161 peserta mengikuti tes seleksi ini. Dari 161 peserta akan diambil 120 peserta yang lolos seleksi dan akan ditempatkan pada sembilan KUA yang tersebar di Kabupaten Rembang.

Tasyakuran haji

Sementara Senin (21/11) Kementerian Agama Kabupaten Rembang bekerjasama dengan Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Rembang menggelar kegiatan reuni pasca haji di pendopo lama Kabupaten Rembang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz memberikan sambutan sekaligus tausiyah. Bupati mengimbau kepada para jamaah agar menjaga kemabruran haji. “Jangan sampai orang yang sudah haji menjadi bahan perbincangan masyarakat karena tidak bisa menjaga kemabrurannya,” katanya.

Beliau juga menekankan perlunya menjaga persatuan di tengah-tengah masyarakat. Karena isu yang terjadi saat ini, seakan-akan Indonesia terpecah belah. “Perbedaan harus menjadi modal persatuan. Semoga Indonesia tetap aman, tidak sampai seperti negara-negara timur tengah yang dengan kondisi emncekam, orang kehilangan kenyamanannya untuk beribadah,” tandasnya.— (JS/SS/gt)