Rekruitmen Tenaga Pramubakti Bimas Buddha

Semarang – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Ujian Penerimaan tenaga pramubakti untuk Bimas Buddha,  dari 17 orang pendaftar setelah melalui seleksi administrasi yang memenuhi syarat 16 orang dan 1 gagal. Selanjutnya 16 peserta akan mengikuti seleksi berupa ujian tertulis, praktik komputer dan wawancara yang dilaksanakan di Gedung A lantai 2 pada Kanwil Kementerian Agama Prov. Jateng, Selasa (21/06).

Pembimas Buddha Sutarso mengatakan, “Sebanyak 16 calon tenaga pramubakti yang ikut seleksi setelah dilakukan penyaringan masih terdapat 9 orang, nantinya yang akan diterima 3 orang, mereka nantinya akan difungsikan sebagai penunjang tenaga administrasi pada Bimas Buddha.”

Sutarso berharap dengan adanya tenaga pramubakti dapat membantu dalam mendata umat Buddha yang ada di Jawa Tengah, Bimas Buddha memliki program pemutakhiran data pendidikan formal dan nonformal, untuk yang nonformal meliputi pendataan sekolah minggu Buddha (SMB) dan lain-lain, sedangkan yang formal meliputi data siswa SD, SMP, SLTA, Guru PNS dan Non-PNS serta penyuluh PNS dan Non-PNS.

Dalam bidang urusan Bimas Buddha dalam hal urusan mengenai data meliputi jumlah rumah ibadah, jumlah umat, jumlah lembaga, majelis, ini semua membutuhkan tenaga khusus dalam menangani pendataan, karena keterbatasan tenaga di Bimas Buddha hanya ada 3 personil, dan 2 penyelenggara di kab. Temanggung dan Magelang serta penyuluh 6 orang yang tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Tengah, maka kami membutuhkan tambahan tenaga pramubakti.

“Pramubakti akan membantu menangani data, guna mendapatkan data yang akurat, oleh karenanya dalam rekruitmen tenaga ini kami lakukan beberapa tahapan ujian dengan ketramplilan komputer agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan sistim yang terukur, sebab kami sekarang membutuhkan data yang akurat dan terencana agar dapat menghasilkan pekerjaan yang optimal sesuai yang diharapkan,” katanya.

Umat Buddha di Jawa Tengah paling banyak terdapat di Kab. Temanggung, Kab. Semarang, Kab. Pati, Kab. Jepara, Kab. Boyolali, sedangkan tempat ibadah di Jawa Tengah terdapat 650 tempat ibadah. (bd/gt)