Rekrutmen Petugas Haji Transparan dan Profesional

Semarang – Musim haji sudah diambang mata, tidak lama lagi operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1437H/2016 akan digelar. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama terus melakukan upaya-upaya peningkatan pelayanan kepada para tamu Allah. Evaluasi operasional penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun merupakan langkah serius kemenag dalam menjawab semakin tingginya ekspektasi masyarakat terhadap penyelenggaraan haji tahun ini, utamanya penguatan peran petugas haji yang senantiasa menyertai jemaah haji.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Noor Badi menyampaikan bahwa menyikapi hal tersebut Kementerian Agama telah membentuk kepanitiaan rekrutmen petugas haji dan mengumumkannya selama 2 hari (14-15/04) serempak di seluruh Kementerian Agama pusat, wilayah maupun kabupaten/kota. Selanjutnya penerimaan pendaftaran dan seleksi administrasi mulai tanggal 18 s.d. 21 April 2016, untuk syarat dan ketentuan pendaftaran dapat dilihat disini.

“Kami telah mengumumkan rekrutmen calon petugas haji tahun 2016, surat telah kami layangkan ke kabupaten/kota untuk diteruskan di lingkungannya, disamping juga sudah kami unggah di informasi penting portal website jateng.kemenag.go.id, selanjutnya pendaftaran dan seleksi administasi akan dimulai Senin (18/04),” tutur Kabid PHU saat ditemui di ruang kerjanya.

Noor Badi memaparkan tiga indikator keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji antara lain ; kesatu, jemaah yang terdaftar dan memenuhi syarat dapat diberangkatkan menuju Arab Saudi, kedua, selama di Arab Saudi jemaah mendapatkan pelayanan akomodasi, konsumsi dan transportasi, dan ketiga, jemaah dapat melaksanakan wukuf di Arafah serta seluruh jemaah yang telah menunaikan ibadah haji dapat dipulangkan ke tanah air. Ketiga indikator tersebut dapat dicapai jika didukung oleh petugas haji yang berkinerja baik.

Beliau menegaskan bahwa rekrutmen petugas haji tahun ini dilaksanakan secara profesional dan transparan, tujuannya tidak lain untuk mendapatkan petugas haji yang benar-benar berkualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama.

“Berbeda dari tahun sebelumnya, rekrutmen petugas haji tahun ini dilaksanakan secara terbuka oleh siapa saja sesuai dengan pedoman yang berlaku dan profesional sesuai analisis kebutuhan pelayanan melalui seleksi administrasi, kesehatan secara ketat serta tes kompetensi, dengan target hasil mendapatkan petugas yang kompeten, memiliki komitmen pelayanan yang baik, loyal dan berakhlaqul karimah,” tegasnya.

“Rekrutmen ini sangat perlu ditekankan harus benar-benar berkualitas, sebab petugaslah yang akan menyertai jemaah haji,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Informasi Haji, Ahmadi merincikan, rekrutmen petugas haji terbagi dua yakni: petugas kloter dan petugas non kloter. Petugas kloter terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), berdasarkan alokasi kebutuhan di Jawa Tengah sebanyak 134 orang. Sedangkan petugas non kloter terdiri dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, alokasi kebutuhannya sebanyak 12 orang. (gt/gt)