Remaja Sebagai Tonggak Pembaharuan

Surakarta – Masih dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 H, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta mengadakan serangkaian acara keagamaan. Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj ini dimulai dari tanggal 25 April yang lalu dan diawali dengan lomba keagamaan antar SMP/MTs Se-Surakarta dan dimeriahkan dengan hiburan Hadrah dari siswa-siswi MAN 2 Surakarta serta sebagai puncak dari rangkaian acara tersebut digelar Tabligh Akbar di halaman depan MAN 2 Surakarta. (29/4).

Dalam sambutannya saat membuka rangkaian kegiatan pada waktu itu, Kepala MAN 2 Surakarta, Slamet Budiyono mengatakan bahwa kegiatan seperti ini perlu untuk digalakkan. Peringatan Isra’ Mi’raj merupakan bentuk usaha Madrasah dalam membangun karakter remaja melalui penghayatan nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan Isra’ Mir’aj Nabi Muhammad SAW.

“Kegiatan semacam ini harus terus diselenggarakan tahun-tahun yang akan datang dan yang utama jangan hanya berhenti pada peringatannya saja tapi harus di harus dihayati juga nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan Isra’ Mir’aj Nabi Muhammad SAW”, papar Slamet.

Acara Tabligh Akbar yang digelar hari Sabtu (29/4) menghadirkan dua pembicara sekaligus yaitu Ustadz Nuruddin Zanky yang menyoroti masalah pergaulan remaja dan Ustadz Azis lebih banyak memberikan tausiah tentang pentingnya sholat sebagai penghayatan nilai-nilai isra mi’raj .

Dalam Tausiahnya Ust. Nuruddin mengatakan bahwa berbicara tentang remaja selalu mendapat tanggapan yang beraneka ragam. Sayangnya, sekarang ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan yang sekarang lagi heboh adalah dampak pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan serta semakin mudahnya akses dari berbagai media sosial.

Islam sangat memperhatikan masalah ini dan banyak memberikan rambu-rambu untuk bisa berhati-hati dalam melewati masa remaja yang nantinya akan menjadi tonggak pembaharuan.

“Islam telah mengatur etika pergaulan remaja dan memberikan batasan-batasan yang dilandasi nilai-nilai agama. Oleh karena itu sebagai seoarang remaja harus selalu memperhatikan rambu-rambu dalam bergaul”, papar Ust. Nuruddin.

Sementara itu saat menutup rangkaian kegiatan tersebut kepala MAN 2 Surakarta yang diwakili oleh wakil kepala bidang humas, Sugiyono mengatakan bahwa acara peringatan Isra’ Mir’aj ini bertujuan untuk mengingatkan kembali pada kita semua,  khususnya siswa-siswi MAN 2 Surakarta dan peserta lomba, tentang pentingnya menjaga sholat.

“Kita perlu introspeksi lagi, apakah sholat kita sudah benar, jika sholat kita sudah benar tentunya kita akan menghindari perbuatan-perbuatan yg tercela dan munkar di luar sholat”, ucap Sugiyono.

Untuk melatih kemandirian serta tanggungjawab para siswa maka untuk tahun ini sebagai panitia pelaksana utamanya adalah siswa-siswi MAN 2 Surakarta yang tergabung dalam organisasi siswa Kerohanian Islam (Rohis). Dalam laporannya, Amar (Siswa kelas X) selaku ketua panitia mengatakan bahwa acara ini diikuti oleh kurang lebih seratus sepuluh siswa dan siswi dari SMP/MTs se surakarta.

“Cabang-cabang yang dilombakan yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), kaligrafi, adzan, cerdas-cermat ke-Islaman, pidato bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia” papar Amar.

Menurut salah satu pemenang lomba MTQ, Yusuf, yang merupakan peserta dari MTsN 2 Surakarta mengatakan bahwa lomba yang diadakan Rohis MAN 2 Surakarta ini sangat meriah dan menyenangkan, selanjutnya dia mengatakan bangga meraih juara 1 cabang MTQ serta bercita cita untuk masuk MAN 2 Surakarta karena di MAN 2 ini banyak kegiatan vocational dan ekskul yang dapat menambah pengalaman di samping pengetahuan akademik. (giek-abc/wul)