Revolusi Mental Membantuk Muslim yang Kaaffah

Pemalang – Hal yang tak biasanya terjadi di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang pada hari Senin (6/11) siang. Sebanyak 40 pegawai jajaran Kejaksaan Negeri Pemalang baik PNS dan non PNS hadir di aula guna mengikuti acara siraman rohani.

Dijelaskan oleh Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari, Bambang Suparyanto saat ditemui di ruang kerjanya oleh Nur Efendi selaku Penyuluh Agama Islam Kankemenag dalam rangka koordinasi pada hari Selasa (31/10), kegiatan siraman rohani merupakan agenda rutin Kejari Pemalang.

“Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin bagi pegawai di lingkungan Kejaksaan Negeri Pemalang. Biasanya kegiatan kami laksanakan di aula kami dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam guna memberikan siraman rohani. Namun karena saat ini aula kami sedang direnovasi maka kami melaksanakan siraman rohani dengan meminjam aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pemalang,” jelas Bambang.

Siraman rohani kali ini dibawakan oleh Taufik Rahman selaku Kepala Kankemenag. Turut hadir jajaran Penyuluh Agama Islam PNS. Tema yang dibawakan oleh Taufik adalah revolusi mental menurut pandangan Islam.

“Revolusi mental merupakan gerakan nasional untuk mengubah cara pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai, dan perilaku bangsa Indonesia untuk mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” ujar Taufik.

Revolusi mental sejalan dengan ajaran agama Islam yang senantiasa memberikan petunjuk untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Agama selalu mengajarkan kebaikan bagi pemeluknya.

“Dengan mempelajari dan memahami ajaran agama Islam maka dalam tingkah lakunya akan senantiasa tercermin sikap yang sesuai ajaran agama Islam. Dalam melaksanakan tugasnya akan selalu terdorong untuk bekerja yang lebih baik dari hari kemarin agar termasuk orang yang beruntung. Inilah revolusi mental jika dilihat dari sudut pandang agama,” lanjutnya.

Melalui revolusi mental tersebut akan terbentuk muslim yang kaaffah. Yang pada akhirnya akan mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baldatun thayyibatun warabun ghafur. (fi/rf)